SNANEPAPUA.COM – Joel Hansen, seorang nelayan asli suku Inuit dari Greenland, secara terbuka menyuarakan penentangannya terhadap wacana pengambilalihan wilayahnya oleh Amerika Serikat. Kekhawatiran ini muncul di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan minat Washington untuk memperluas pengaruhnya di wilayah Arktik yang strategis.
Bagi Hansen, Greenland bukan sekadar hamparan es dan sumber daya alam yang bisa diperjualbelikan antar kekuatan besar dunia. Ia melihat rencana tersebut sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan dan cara hidup masyarakat adat yang telah mendiami pulau terbesar di dunia itu selama ribuan tahun.
Sebagai seorang nelayan yang menggantungkan hidupnya pada kekayaan laut, Hansen merasa cemas bahwa dominasi Amerika Serikat akan membawa perubahan drastis pada kebijakan lingkungan. Ia khawatir industri besar dan pangkalan militer tambahan akan merusak ekosistem laut yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat lokal.
Selain faktor ekonomi, aspek budaya menjadi poin krusial dalam perlawanan ini. Masyarakat Inuit memiliki hubungan spiritual yang mendalam dengan tanah mereka, dan pengalihan kekuasaan ke tangan Amerika Serikat dianggap sebagai bentuk kolonialisme modern yang mengabaikan hak-hak penentuan nasib sendiri bagi penduduk asli Greenland.
Hansen menegaskan bahwa masa depan Greenland seharusnya diputuskan oleh rakyatnya sendiri, bukan melalui kesepakatan politik di luar kendali mereka. Penolakan ini mencerminkan sentimen luas di kalangan warga lokal yang ingin menjaga identitas mereka tetap utuh di tengah pusaran kepentingan global yang kian memanas.
Editor: SnanePapua
