Februari 24, 2026
iran says ready for

Iran Siap untuk Dialog Diplomatik Meskipun Siap Menghadapi Agresi AS

Teheran, Senin (23/02/2026) – Pemerintah Iran menyatakan kesiapan untuk dialog diplomatik namun sekaligus menegaskan komitmen mempertahankan diri dari potensi agresi Amerika Serikat. Pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran ini muncul menyusul komentar mantan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan pertimbangan serangan militer jika kesepakatan nuklir tidak tercapai. Pejabat Iran menekankan bahwa negara mereka selalu menunjukkan sikap terbuka dalam perundingan damai.

Iran says ready for membuka semua jalur komunikasi diplomatik guna meredakan ketegangan di kawasan. Namun, pemerintah Teheran juga menggarisbawahi hak kedaulatan untuk melindungi wilayah dan kepentingan nasionalnya. Pernyataan ini mencerminkan posisi strategis Iran yang tetap mengutamakan solusi damai tanpa mengesampingkan langkah pertahanan.

Respons Terhadap Ancaman Trump

Pernyataan Iran says ready for perundingan ini merupakan respons langsung terhadap pernyataan politikus AS Donald Trump. Dalam wawancara media, Trump menyatakan kemungkinan menggunakan opsi militer jika upaya diplomasi nuklir gagal mencapai kesepakatan. Pejabat Kementerian Luar Negeri Iran menanggapi bahwa ancaman semacam itu justru kontraproduktif dan dapat memperkeruh situasi.

Iran says ready for dialog konstruktif dengan semua pihak, termasuk Amerika Serikat, asalkan berdasarkan prinsip saling menghormati. Pemerintah Teheran menegaskan bahwa mereka tidak akan menyerah pada tekanan atau ancaman militer dari pihak manapun. Sikap ini konsisten dengan kebijakan luar negeri Iran selama beberapa tahun terakhir.

Komitmen pada Perjanjian Nuklir

Dalam konteks perjanjian nuklir, Iran says ready for kembali mematuhi kesepakatan asalkan semua pihak juga memenuhi kewajibannya. Pejabat Iran mengingatkan bahwa negara mereka telah menunjukkan komitmen terhadap diplomasi dengan tetap aktif dalam perundingan nuklir. Namun, mereka menuntut jaminan bahwa kesepakatan baru akan lebih adil dan berkelanjutan.

Iran says ready for mengakhiri sengketa nuklir melalui jalur diplomatik, tetapi tetap mempertahankan program nuklir sipilnya sesuai hak yang diakui hukum internasional. Pemerintah Teheran menegaskan bahwa kemampuan pertahanan mereka, termasuk program rudal, tidak akan menjadi bahan negosiasi karena merupakan bagian dari strategi keamanan nasional. Sikap tegas ini menunjukkan bahwa Iran says ready for perundingan namun tidak akan mengorbankan kepentingan vital negara.

Analis menilai pernyataan Iran says ready for dialog ini sebagai upaya menjaga keseimbangan antara diplomasi dan deterensi. Di satu sisi, Iran ingin menunjukkan sikap kooperatif kepada komunitas internasional. Di sisi lain, mereka perlu mengirim pesan jelas tentang kemampuan dan kesiapan pertahanan. Pendekatan dua jalur ini diharapkan dapat mencegah eskalasi konflik sekaligus melindungi posisi tawar Iran di meja perundingan.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua