SNANEPAPUA.COM – Badai salju ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Eropa telah memicu kekacauan besar, menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan melumpuhkan sistem transportasi udara secara masif. Cuaca buruk yang datang secara tiba-tiba ini membuat aktivitas di beberapa negara terhenti total karena tumpukan salju yang menutupi infrastruktur vital.
Laporan terkini menyebutkan bahwa sedikitnya enam orang dinyatakan meninggal dunia akibat insiden yang berkaitan dengan cuaca ekstrem ini. Sebagian besar korban jiwa dilaporkan akibat kecelakaan lalu lintas di jalanan yang licin serta kondisi hipotermia yang mematikan di tengah suhu yang anjlok drastis.
Di sektor transportasi udara, ratusan jadwal penerbangan di bandara-bandara utama seperti Amsterdam dan Paris terpaksa dibatalkan. Bandara Schiphol dan Charles de Gaulle mengalami penumpukan penumpang yang luar biasa, dengan ribuan orang terlantar tanpa kepastian kapan mereka bisa melanjutkan perjalanan mereka.
Pihak otoritas penerbangan menyatakan bahwa langkah pembatalan ini diambil demi alasan keselamatan, mengingat jarak pandang yang sangat terbatas dan kondisi landasan pacu yang membeku. Selain penerbangan, layanan kereta api antarkota dan transportasi publik darat juga mengalami gangguan serius, menambah beban krisis transportasi di benua tersebut.
Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa kondisi ini kemungkinan masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan menghindari perjalanan yang tidak mendesak hingga situasi cuaca mulai stabil dan proses pembersihan salju selesai dilakukan oleh petugas terkait.
Editor: SnanePapua
