SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KEBERLANJUTAN KRIMINAL PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

Tim Kosabangsa Unimuda Sorong Latih Wanita Osok Produksi Pupuk Kompos

Redaksi Snane
30 Oktober 2024 • 5 min read
IMG-20241029-WA0018.jpg

SNANE PAPUA, Sorong - Tim Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong melaksanakan program pemberdayaan melalui pelatihan pembuatan pupuk kompos bagi Kelompok Wanita Osok di Kabupaten Sorong, Sabtu (26/10/2024). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis masyarakat dalam mengolah limbah menjadi sarana produksi pertanian guna memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

Pelatihan yang dipusatkan di kediaman ketua kelompok tersebut diikuti oleh sedikitnya 21 peserta. Agenda ini melibatkan kolaborasi lintas institusi, di antaranya dua orang pendamping dari Universitas Muhammadiyah Makassar, tiga pendamping pelaksana dari Unimuda Sorong, Komunitas Peduli Papua (Kompipa), serta keterlibatan aktif warga Kelurahan Aimas dan mahasiswa Unimuda Sorong.

Ketua Pelaksana, Aldilla Mawanti Athirah, M.Si, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen akademisi dalam mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sorong, khususnya masyarakat asli Papua (OAP). Melalui program ini, Unimuda Sorong berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu mengoptimalkan potensi sektor pertanian, terutama dalam produksi selada.

“Tujuan dari pelatihan ini sendiri adalah untuk memperkenalkan teknologi pembuatan kompos kepada kelompok wanita Osok. Kegiatan ini juga terealisasi melalui serangkaian proses, mulai dari beberapa kali sosialisasi pada 28 September lalu, hingga akhirnya tiba pada tahap pelaksanaan kegiatan,” ujar Aldilla saat memberikan penjelasan mengenai latar belakang kegiatan tersebut.

Secara teknis, pelatihan ini menggabungkan penyampaian teori dan praktik lapangan secara komprehensif. Materi teori mencakup identifikasi limbah rumah tangga, prinsip dasar pupuk organik, serta metode pembuatan pupuk organik cair. Pada sesi praktik, para peserta diajarkan mengoperasikan teknologi mesin pencacah kompos untuk mempercepat proses dekomposisi bahan organik secara mekanis.

Narasumber kegiatan, Dr. Syamsia, M.Si, menekankan pentingnya efisiensi biaya produksi pertanian dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar. Menurutnya, bahan dasar kompos yang digunakan dalam pelatihan ini berasal sepenuhnya dari limbah rumah tangga yang dibawa langsung oleh para peserta dari kediaman masing-masing.

“Bahan dasar kompos hanya menggunakan limbah rumah tangga yang dibawa oleh peserta pelatihan. Selain mengikuti pemaparan materi, peserta juga kami ajak untuk praktik langsung dalam pembuatan pupuk kompos,” kata Syamsia. Ia menambahkan bahwa proses pengolahan dilakukan dengan mencampur hasil cacahan limbah dengan larutan mikroorganisme lokal (EM4/MOL) sebelum difermentasi di dalam wadah tertutup.

Selain fokus pada pupuk padat, para peserta juga dibekali kemampuan memproduksi pupuk organik cair (POC) yang dinilai lebih praktis untuk aplikasi pada berbagai jenis tanaman. Kelompok Wanita Osok diharapkan mampu mengimplementasikan keterampilan ini secara berkelanjutan untuk mendukung produktivitas lahan pertanian sekaligus menciptakan peluang pendapatan tambahan bagi keluarga.

Program pemberdayaan ini dapat terlaksana melalui dukungan pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) Kemdikbud Ristek melalui skema hibah Kosabangsa. Pihak pelaksana juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unimuda Sorong atas fasilitasi yang diberikan selama pelaksanaan program.

“Selaku tim pelaksana, kami mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kemdikbud Ristek yang telah memberikan support dana hingga terealisasinya kegiatan ini melalui hibah Kosabangsa. Selain itu, saya juga berterima kasih kepada LP3M Unimuda Sorong yang telah membantu memfasilitasi kegiatan ini. Saya harap, keterampilan yang kami tularkan kepada kelompok Wanita Osok dapat dimaksimalkan dan diimplementasikan dalam kehidupan mereka,” tutur Syamsia memungkasi keterangannya.

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.