SnanePapua
BERANDA
KATEGORI INTERNASIONAL POLITIK JEJAK PERISTIWA EKONOMI DAERAH OPINI BUDAYA KEBERLANJUTAN KRIMINAL PARIWISATA POLITIK NASIONAL RILIS EKONOMI OLAHRAGA
INDEX LENGKAP

AFPI Ajak UMKM Sorong Kenali Pindar, Bukan Pinjol Ilegal

Redaksi Snane
11 Juli 2025 • 5 min read
20250710_142125.jpg
SnanePapua, Sorong- Sebagai upaya memperluas pemahaman masyarakat tentang peran dan manfaat platform Pindar (penyelenggara pendanaan berbasis teknologi informasi yang legal dan terdaftar di OJK) Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengadakan kegiatan yang bertajuk “Menggerakkan Ekonomi Lokal, Sinergi UMKM di Indonesia Timur bersama Pindar” di Aston pada Kamis, 11/07/2025. Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membedakan antara Pindar (Penyelenggara pendanaan berbasis teknologi yang berizin) dengan Pinjol ilegal. Pindar adalah Platform legal yang di awasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berbeda dari Pinjol yang kerap menimbulkan keresahan bahkan tragedi sosial. “Kami adalah pindar, penyelenggara fintech lending yang berizin dan diawasi oleh OJK. Bukan pinjol ilegal yang sering diberitakan dengan dampak negatif,” ujarnya Indra, Direktur Pengawasan Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi OJK, menyampaikan kehadiran AFPI dari Jakarta ke Sorong merupakan bentuk komitmen untuk mendukung pertumbuhan UMKM secara konkret. “platform pindar mampu memberikan akses pembiayaan yang tidak hanya konsumtif, tetapi juga produktif-misalnya untuk peternakan,pertanian dan pendidikan.” Kegiatan ini juga menjadi forum edukasi publik untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perbedaan mendasar antara pindar legal yang diawasi OJK dan pinjol ilegal yang kerap merugikan konsumen. “Di era digital saat ini, pinjaman memang lebih mudah diakses melalui aplikasi, tetapi harus disertai dengan tanggung jawab, transparansi, dan kesadaran terhadap kemampuan membayar kembali,” tambah Indra. Dalam sambutan penutup, George Yarangga, mewakili Gubernur Papua Barat Daya, menyampaikan bahwa “Fintech Lending Days bukan sekadar acara seremonial, melainkan gerakan membangun narasi positif terhadap industri fintech legal di Indonesia.” Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal dalam menyebarluaskan pemahaman dan pemanfaatan fintech lending secara sehat di wilayah Indonesia Timur khususnya di Papua Barat Daya

Tim Redaksi Snane

Penulis dan jurnalis di SnanePapua, fokus pada isu-isu terkini dan laporan mendalam dari seluruh penjuru Papua.