Poin Utama
- Militer Iran berhasil menargetkan dan menjatuhkan empat kendaraan tempur udara Amerika Serikat dalam sehari
- Presiden AS Donald Trump dikritik karena klaimnya telah menghancurkan sistem pertahanan udara Iran
- Pesawat tempur AS ditembak jatuh menggunakan sistem pertahanan baru yang canggih milik Iran
- Militer AS berhasil menemukan salah satu dari dua pilot yang pesawatnya ditembak jatuh oleh Iran
SNANE PAPUA – Militer Iran berhasil menargetkan dan menjatuhkan empat kendaraan tempur udara Amerika Serikat dalam sehari. Hal ini mempermalukan Presiden AS Donald Trump yang mengeklaim telah menghancurkan semua sistem pertahanan udara Iran. (lihat sumber)
Sejak Jumat pagi muncul laporan berturut-turut mengenai jatuhnya dua pesawat dan penargetan dua helikopter AS. Ebrahim Zolfaghari, juru bicara markas pusat Khatam al Anbiya Iran, menyatakan bahwa pesawat itu ditembak jatuh menggunakan sistem pertahanan baru yang canggih milik Iran.
Aljazirah Arab melaporkan bahwa Garda Revolusi Iran telah menyerang dan menembak jatuh jet tempur F-35 Amerika, yang kemudian diketahui adalah F-15. Di tengah pembicaraan mengenai nasib awaknya, muncul berita lain tentang jatuhnya pesawat serang A-10 Warthog.
Beberapa jam setelah pengumuman dan konfirmasi Garda Revolusi oleh pers Amerika, militer AS mengakui jatuhnya jet tempur F-15 dalam pesan singkat yang dilihat oleh Associated Press. Media-media Amerika mengonfirmasi bahwa militer AS berhasil menemukan salah satu dari dua pilot yang pesawatnya ditembak jatuh oleh Iran, sementara nasib pilot kedua masih belum diketahui.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa sebuah jet tempur F-15A Eagle Amerika ditembak jatuh di atas Iran, dan mencatat bahwa pesawat tersebut memiliki dua awak yang kondisinya masih belum jelas. Majalah Air & Space Forces menyatakan bahwa pesawat yang ditembak jatuh Iran adalah F-15E milik Angkatan Udara AS.















































