JAKARTA – Pada hari Senin, 23 Februari 2026, pemerintah Iran semakin mengandalkan sistem perwalian minyak yang tidak transparan untuk mengelola miliaran dana minyak yang belum dikembalikan ke negara tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap upaya mengelakkan sanksi ekonomi yang semakin ketat dari Amerika Serikat, sementara ketegangan militer Tim Redaksi kedua negara terus meningkat di cakrawala.
Miliaran Dana Minyak Terjebak dalam Sistem Samar
Transparansi dalam pengelolaan pendapatan minyak Iran semakin memudar seiring dengan intensifikasi upaya Teheran untuk menghindari sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh Washington. Sistem perwalian minyak yang kompleks dan tidak jelas ini menjadi andalan utama perbankan Iran untuk menjaga aliran pendapatan energi tetap berjalan. Para analis mengungkapkan bahwa miliaran dolar dari penjualan minyak belum dikembalikan ke kas negara akibat mekanisme yang sengaja dibuat rumit ini.
Praktik perbankan Iran yang mengandalkan sistem perwalian minyak samar ini berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah AS memperketat sanksi ekonominya terhadap Republik Islam. Bank-bank besar Iran kini beroperasi melalui jaringan perTim Redaksi dan perusahaan cangkang yang tersebar di berbagai yurisdiksi global, membuat pelacakan aliran dana menjadi sangat sulit bagi regulator internasional.
Strategi Menghadapi Ancaman Konflik Militer
Dengan ketegangan militer Tim Redaksi Iran dan Amerika Serikat yang terus meningkat, sistem keuangan alternatif ini menjadi semakin krusial bagi kelangsungan ekonomi negara Timur Tengah tersebut. Para pejabat Iran secara diam-diam mengakui bahwa mereka telah mempersiapkan mekanisme keuangan darurat untuk menghadapi skenario perang terbuka dengan Washington. Sistem perwalian minyak yang tidak transparan ini dirancang khusus untuk bertahan bahkan dalam kondisi konflik bersenjata sekalipun.
Para ekonom memperingatkan bahwa ketergantungan Iran pada sistem perbankan yang mengandalkan mekanisme samar ini membawa risiko signifikan terhadap tata kelola ekonomi negara tersebut. Namun, pemerintah Iran tampaknya menganggap risiko ini lebih dapat dikelola dibandingkan dengan dampak langsung dari sanksi ekonomi AS yang dapat melumpuhkan perekonomian nasional. Bank sentral Iran secara aktif mengkoordinasikan operasi ini melalui jaringan institusi keuangan yang bekerja sama erat dengan perusahaan minyak negara.
Langkah strategis Iran untuk mengandalkan sistem perwalian minyak yang tidak transparan mencerminkan persiapan menyeluruh menghadapi berbagai skenario geopolitik, termasuk kemungkinan eskalasi konflik dengan Amerika Serikat. Meskipun metode ini berhasil mempertahankan aliran pendapatan minyak, para pengamat internasional menyoroti potensi dampak jangka panjang terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan global.
Baca artikel aslinya di sini.
Editor: SnanePapua
