Februari 24, 2026
us military begins withdrawing

Pasukan AS Mulai Menarik Diri dari Pangkalan Strategis di Suriah Timur Laut

Pasukan Amerika Serikat mulai menarik diri dari pangkalan militer kunci di Suriah timur laut pada Senin (23/02/2026). Gerakan penarikan ini terjadi setelah pasukan pemerintah Suriah mengambil alih kendali wilayah tersebut dari kelompok pimpinan Kurdi, Syrian Democratic Forces (SDF). Proses evakuasi aset dan personel militer AS dari pangkalan tersebut kini sedang berlangsung.

Latar Belakang Perubahan Kontrol Wilayah

Keputusan pasukan AS untuk mulai menarik diri muncul menyusul pergeseran kekuatan militer di lapangan. Pasukan pemerintah Suriah, didukung oleh sekutunya, berhasil merebut kendali atas kawasan timur laut dari SDF yang sebelumnya didukung oleh Washington. Perubahan dinamika keamanan ini memaksa Pentagon untuk mengevaluasi kembali posisi pasukannya di wilayah tersebut. Pangkalan yang ditinggalkan itu memiliki peran penting dalam operasi kontra-terorisme dan pelatihan militer selama beberapa tahun terakhir.

Implikasi Strategis dan Keamanan Regional

Proses di mana pasukan AS mulai menarik diri ini menandai babak baru dalam konflik Suriah yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade. Pengamat keamanan memperkirakan bahwa kekosongan kekuasaan dapat memicu persaingan baru antara berbagai aktor di lapangan. Langkah ini juga berpotensi mempengaruhi stabilitas regional, mengingat pangkalan tersebut sebelumnya berfungsi sebagai titik penting dalam upaya memerangi sisa-sisa kelompok Negara Islam (ISIS). Pemerintah Suriah menyambut baik keputusan di mana militer AS mulai menarik diri, menyebutnya sebagai langkah menuju kedaulatan penuh negara itu.

Militer Amerika Serikat menegaskan bahwa proses di mana mereka mulai menarik diri akan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi untuk memastikan keamanan personel yang tersisa. Pentagon belum merilis jadwal lengkap penarikan atau detail tentang nasib pangkalan militer lainnya di Suriah. Langkah ini memicu berbagai reaksi dari sekutu regional AS, dengan beberapa pihak menyatakan kekhawatiran atas dampak jangka panjang terhadap keseimbangan kekuatan di Timur Tengah. Proses di mana pasukan AS mulai menarik diri ini tetap menjadi perkembangan penting yang akan dipantau secara ketat oleh komunitas internasional.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua