Februari 1, 2026

Ketergantungan Energi: Trump Sebut Kuba Bakal Runtuh Tanpa Pasokan Minyak Venezuela

SNANEPAPUA.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan tajam terkait stabilitas ekonomi dan politik di kawasan Amerika Latin. Trump menegaskan bahwa Kuba tidak akan mampu bertahan lama secara ekonomi apabila pasokan minyak yang selama ini mengalir dari Venezuela terputus sepenuhnya.

Pernyataan ini muncul sebagai bagian dari retorika politik luar negeri Amerika Serikat yang semakin menekan aliansi antara Havana dan Caracas. Trump menilai bahwa ketergantungan energi Kuba terhadap Venezuela merupakan fondasi utama yang menjaga kelangsungan pemerintahan di negara kepulauan tersebut, sehingga gangguan pada pasokan minyak akan berakibat fatal.

Selama beberapa dekade, Venezuela telah menjadi mitra strategis sekaligus penyokong utama kebutuhan bahan bakar Kuba. Melalui kesepakatan barter yang melibatkan pengiriman tenaga medis dan pendidik, Venezuela mengirimkan ribuan barel minyak setiap harinya untuk menjaga lampu-lampu di Kuba tetap menyala dan roda industri tetap berputar.

Namun, kondisi ekonomi Venezuela yang sedang berada dalam krisis hebat membuat aliran bantuan tersebut kian terancam. Pemerintah Amerika Serikat pun terus memperketat sanksi ekonomi terhadap perusahaan-perusahaan pelayaran yang mengangkut minyak dari Venezuela ke Kuba, dengan harapan dapat memutus jalur logistik yang sangat vital tersebut.

Para pengamat internasional melihat langkah Trump ini sebagai upaya sistematis untuk melemahkan pengaruh ideologi kiri di wilayah tersebut. Jika klaim Trump terbukti benar, Kuba harus segera mencari alternatif sumber energi baru yang lebih stabil guna menghindari kelumpuhan total pada sektor transportasi dan layanan publik mereka.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua