SNANEPAPUA.COM – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan bahwa draf dokumen mengenai jaminan keamanan antara Ukraina dan Amerika Serikat kini telah memasuki tahap final. Pernyataan ini muncul di tengah persiapan Zelenskyy untuk segera menyelesaikan kesepakatan tersebut dengan Donald Trump, yang dijadwalkan kembali memegang kendali di Gedung Putih.
Kesepakatan ini dianggap sangat krusial bagi masa depan Ukraina dalam menghadapi konflik berkepanjangan dengan Rusia. Zelenskyy menekankan bahwa teks jaminan keamanan tersebut telah dirancang sedemikian rupa untuk memastikan kedaulatan Ukraina tetap terjaga, meskipun dinamika politik di Washington mengalami perubahan besar pasca pemilihan presiden AS.
Di sisi lain, situasi diplomatik semakin memanas seiring dengan reaksi keras dari pihak Kremlin. Moskow secara tegas mengecam rencana pengiriman pasukan perdamaian dari Prancis dan Inggris ke wilayah Ukraina setelah gencatan senjata tercapai. Kremlin menilai langkah tersebut sebagai bentuk provokasi yang dapat memperkeruh stabilitas di kawasan Eropa Timur.
Langkah Zelenskyy untuk mendekati Trump dipandang sebagai strategi pragmatis guna memastikan dukungan militer dan ekonomi dari AS tidak terputus. Mengingat retorika Trump yang sebelumnya sering mempertanyakan bantuan luar negeri, finalisasi dokumen ini menjadi prioritas utama bagi pemerintah Kyiv demi kelangsungan pertahanan mereka.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau perkembangan draf jaminan keamanan ini. Keberhasilan kesepakatan tersebut tidak hanya akan menentukan arah hubungan bilateral AS-Ukraina, tetapi juga menjadi penentu stabilitas geopolitik global di masa depan, terutama dalam menghadapi tekanan militer Rusia yang belum mereda.
Editor: SnanePapua
