Januari 9, 2026

Zelensky Tagih Kepastian Sekutu: Belum Ada Jaminan Keamanan Nyata bagi Ukraina

SNANEPAPUA.COM – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan kekhawatirannya terkait komitmen jangka panjang dari negara-negara sekutu Barat. Dalam pernyataan terbaru, Zelensky menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya belum menerima jaminan keamanan yang konkret dan jelas dari para mitra internasionalnya di tengah konflik yang masih berkecamuk dengan Rusia.

Pernyataan ini muncul di tengah diskusi intensif mengenai masa depan kedaulatan Ukraina pasca-perang. Meskipun dukungan militer terus mengalir, Zelensky merasa bahwa kesepakatan tertulis yang menjamin perlindungan Ukraina dari agresi di masa depan masih belum mencapai titik temu yang memuaskan bagi pihak Kyiv, yang menginginkan jaminan perlindungan setingkat NATO.

Sementara itu, muncul laporan bahwa Inggris dan Prancis sedang mempertimbangkan langkah drastis untuk menjaga stabilitas di kawasan tersebut. Kedua negara kekuatan besar Eropa ini dikabarkan siap untuk mengerahkan pasukan mereka ke wilayah Ukraina, namun dengan syarat utama bahwa kesepakatan damai dengan pihak Rusia telah tercapai dan disepakati secara resmi oleh semua pihak yang bertikai.

Bagi Zelensky, pengerahan pasukan asing sebagai bagian dari kesepakatan damai merupakan langkah yang signifikan untuk menjaga perdamaian. Namun, ia menekankan bahwa janji-janji lisan tidaklah cukup untuk menjamin kedaulatan negaranya. Pemimpin Ukraina tersebut terus menuntut adanya mekanisme pertahanan kolektif yang kuat agar Ukraina tidak lagi menjadi target serangan militer di masa mendatang.

Ketidakpastian mengenai jaminan keamanan ini menjadi salah satu hambatan terbesar dalam upaya diplomasi internasional yang sedang berjalan. Tanpa adanya jaminan yang mengikat secara hukum dari sekutu utama, Ukraina khawatir bahwa gencatan senjata apa pun hanya akan menjadi celah bagi Rusia untuk mempersenjatai diri kembali dan melancarkan agresi baru dalam beberapa tahun ke depan.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua