SNANEPAPUA.COM – Munculnya kasus kematian akibat serangan super flu baru-baru ini memicu reaksi keras dari kalangan legislatif di Senayan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI secara tegas memperingatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar tidak memandang sebelah mata ancaman virus ini, mengingat dampaknya yang mulai mengkhawatirkan bagi keselamatan publik.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menekankan bahwa adanya pasien yang meninggal dunia menjadi bukti nyata betapa berbahayanya varian flu ini jika tidak ditangani dengan serius. Menurutnya, situasi ini tidak boleh lagi dianggap sebagai flu biasa yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa intervensi medis yang intensif dan strategis dari pemerintah.
Yahya Zaini mendesak Kemenkes untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi yang komprehensif guna mencegah penyebaran lebih luas di tengah masyarakat. Ia menyoroti pentingnya penguatan sistem surveilans, pelacakan kasus yang efektif, serta kesiapan fasilitas kesehatan di berbagai daerah untuk mengantisipasi potensi lonjakan pasien dengan gejala serupa.
Selain langkah medis teknis, DPR juga meminta pemerintah untuk lebih masif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai karakteristik dan gejala awal super flu. Kesadaran publik dinilai menjadi kunci utama dalam menekan angka fatalitas, mengingat deteksi dini sangat menentukan keberhasilan proses penyembuhan pasien sebelum kondisinya memburuk.
Ke depannya, Komisi IX DPR RI berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penanganan super flu ini secara berkala dan memastikan Kemenkes memiliki ketersediaan logistik medis yang mencukupi. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala flu yang tidak kunjung membaik.
Editor: SnanePapua
