SNANEPAPUA.COM – Fenomena arisan online kini tengah menjamur di tengah masyarakat sebagai salah satu alternatif menabung dan bersosialisasi secara digital. Namun, di balik kemudahan dan kepopulerannya, terdapat risiko besar berupa penipuan berkedok arisan bodong yang telah merugikan banyak orang. Banyak masyarakat yang tergiur dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa menyadari bahaya yang mengintai di baliknya.
Salah satu ciri utama dari arisan bodong adalah adanya iming-iming keuntungan yang tidak masuk akal. Biasanya, penyelenggara menjanjikan bunga atau hasil investasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan suku bunga bank atau instrumen investasi resmi lainnya. Hal ini sering kali digunakan sebagai umpan untuk menarik minat calon anggota baru agar segera menyetorkan uang mereka tanpa berpikir panjang mengenai risiko finansial yang ada.
Selain iming-iming keuntungan tinggi, ketidakjelasan sistem dan identitas pengelola juga menjadi tanda bahaya yang patut diwaspadai. Arisan yang sah biasanya memiliki transparansi penuh mengenai siapa saja anggotanya dan bagaimana aliran dananya dikelola secara kolektif. Sebaliknya, arisan bodong sering kali menyembunyikan identitas asli admin atau menggunakan akun media sosial palsu untuk meyakinkan korban agar merasa aman saat bertransaksi.
Tekanan untuk merekrut anggota baru juga sering ditemukan dalam skema penipuan ini. Penyelenggara biasanya memberikan bonus atau komisi tambahan bagi anggota yang berhasil membawa orang lain untuk bergabung. Pola ini sangat mirip dengan skema Ponzi, di mana uang dari anggota baru digunakan untuk membayar keuntungan anggota lama, hingga akhirnya sistem tersebut runtuh saat tidak ada lagi anggota baru yang bisa direkrut.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan melakukan riset mendalam sebelum memutuskan untuk bergabung dalam arisan online mana pun. Pastikan platform atau penyelenggara memiliki rekam jejak yang jelas dan tidak memberikan janji-janji manis yang mencurigakan. Selalu ingat bahwa keamanan finansial jauh lebih penting daripada mengejar keuntungan sesaat yang berisiko tinggi menyebabkan kerugian materiil yang besar.
Editor: SnanePapua
