Januari 7, 2026

Waspada Kebakaran! Inilah Panduan Lengkap Mengenal Jenis dan Cara Penggunaan APAR yang Benar

SNANEPAPUA.COM – Kebakaran sering kali terjadi secara mendadak tanpa peringatan terlebih dahulu, sering kali dipicu oleh insiden kecil yang luput dari pengawasan di lingkungan sekitar. Keberadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) menjadi sangat krusial sebagai langkah pertolongan pertama guna mencegah kobaran api semakin membesar dan tidak terkendali. Memahami fungsi serta cara kerja alat ini bukan hanya sekadar kewajiban di lingkungan perkantoran, melainkan juga pengetahuan dasar yang sangat penting bagi keamanan setiap rumah tangga.

Penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa tidak semua jenis kebakaran dapat dipadamkan dengan alat yang sama. Terdapat berbagai jenis APAR yang dirancang khusus untuk menangani sumber api yang berbeda-beda, tergantung pada material yang terbakar. Misalnya, APAR jenis air sangat efektif untuk memadamkan api dari benda padat seperti kertas atau kayu, sementara jenis busa (foam) lebih cocok untuk memadamkan api yang berasal dari cairan yang mudah terbakar seperti minyak atau bensin.

Selain itu, terdapat pula jenis serbuk kimia kering (dry chemical powder) yang bersifat serbaguna karena dapat digunakan untuk berbagai kelas kebakaran, mulai dari korsleting listrik hingga kebakaran benda padat. Ada juga jenis Carbon Dioxide (CO2) yang sangat efektif untuk memadamkan api pada peralatan elektronik karena tidak meninggalkan residu yang dapat merusak komponen sensitif. Pemilihan jenis APAR yang tepat sangat menentukan efektivitas pemadaman dan meminimalisir risiko bahaya tambahan.

Mengenai teknik penggunaan, para ahli keselamatan sangat menganjurkan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) sebagai standar operasional yang benar. Langkah pertama adalah menarik pin pengaman (Pull), kemudian arahkan corong atau selang tepat ke pangkal api (Aim). Selanjutnya, tekan tuas dengan mantap untuk mengeluarkan isi pemadam (Squeeze), dan terakhir sapukan secara merata dari sisi ke sisi (Sweep) hingga api benar-benar dinyatakan padam. Penguasaan teknik ini sangat penting agar isi APAR tidak terbuang sia-sia.

Tidak hanya soal penggunaan, pemeliharaan APAR juga harus dilakukan secara rutin agar alat tersebut selalu dalam kondisi prima saat dibutuhkan dalam keadaan darurat. Pastikan jarum pada pengukur tekanan selalu berada di zona hijau dan lakukan pengecekan fisik serta tanggal kedaluwarsa secara berkala. Dengan membekali diri melalui pengetahuan dasar mengenai APAR, kita dapat meminimalisir risiko kerugian materiil maupun korban jiwa, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dari ancaman si jago merah.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua