Januari 11, 2026

Waspada! Gunung Ili Lewotolok Meletus 162 Kali, Gunung Ibu di Maluku Utara Turut Erupsi

SNANEPAPUA.COM – Aktivitas vulkanik di wilayah Indonesia Timur kembali meningkat signifikan pada awal tahun 2026. Berdasarkan laporan terkini, dua gunung api aktif yakni Gunung Ili Lewotolok yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Gunung Ibu di Maluku Utara dilaporkan mengalami erupsi secara hampir bersamaan, memicu kewaspadaan tinggi bagi warga yang bermukim di sekitar kawasan tersebut.

Gunung Ili Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, NTT, menunjukkan aktivitas yang sangat intens dalam periode pengamatan terbaru. Tercatat gunung ini telah mengalami erupsi sebanyak 162 kali, sebuah angka yang menunjukkan tingginya tekanan magma di dalam perut bumi. Intensitas letusan yang masif ini memaksa petugas pemantau untuk terus memperbarui data guna memberikan peringatan dini kepada masyarakat setempat.

Sementara itu, di wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, Gunung Ibu juga dilaporkan kembali memuntahkan material vulkanik. Fenomena erupsi di Gunung Ibu ini menambah daftar panjang aktivitas geologi yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Meski kedua gunung ini berada di lokasi yang berbeda, kemunculan erupsi yang hampir serentak menjadi perhatian serius bagi otoritas mitigasi bencana nasional.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap menjauhi zona bahaya yang telah ditetapkan. Warga diminta untuk selalu menggunakan masker guna menghindari dampak buruk abu vulkanik terhadap kesehatan pernapasan, serta tetap waspada terhadap potensi ancaman lain seperti aliran lava atau awan panas yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Hingga saat ini, koordinasi antara pemerintah daerah di Lembata maupun Halmahera Barat terus diperkuat guna memastikan kesiapan jalur evakuasi dan logistik darurat. Masyarakat diharapkan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan tetap memantau informasi resmi dari kanal-kanal pemerintah terkait perkembangan aktivitas vulkanik kedua gunung tersebut.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua