SNANEPAPUA.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia secara resmi mengajukan usulan anggaran sebesar Rp500 miliar yang diperuntukkan bagi program revitalisasi fasilitas kesehatan (faskes) di seluruh wilayah Sumatra. Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah dalam menangani kerusakan infrastruktur kesehatan yang timbul akibat rentetan bencana alam yang melanda kawasan tersebut baru-baru ini.
Proses pengajuan dana ini menjadi prioritas utama guna memastikan bahwa layanan kesehatan masyarakat tidak terhenti meskipun banyak bangunan puskesmas dan rumah sakit yang mengalami kerusakan. Pemerintah pusat melalui Kemenkes berkomitmen untuk memulihkan kembali fungsi faskes agar dapat beroperasi secara optimal dalam melayani warga yang terdampak langsung maupun tidak langsung oleh bencana.
Fokus utama dari alokasi dana tersebut akan diarahkan pada penggantian alat-alat medis yang rusak atau hancur. Kemenkes menilai bahwa ketersediaan peralatan medis yang memadai sangat krusial dalam situasi pascabencana untuk menangani berbagai keluhan kesehatan masyarakat, mulai dari luka fisik akibat bencana hingga potensi penyebaran penyakit menular di lokasi pengungsian.
Selain perbaikan infrastruktur dan peralatan, sebagian dari anggaran Rp500 miliar tersebut juga akan dialokasikan untuk pemberian insentif bagi para tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terdampak. Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata pemerintah terhadap dedikasi para nakes yang tetap memberikan pelayanan terbaik di tengah kondisi darurat yang penuh risiko.
Diharapkan dengan adanya suntikan dana ini, proses pemulihan sektor kesehatan di Sumatra dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Pemerintah juga menegaskan akan melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran tersebut agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di masa pemulihan ini.
Editor: SnanePapua
