SNANEPAPUA.COM – Mantan Presiden Donald Trump secara mengejutkan meluncurkan kritik tajam terhadap pembeli rumah institusional yang kini mendominasi pasar properti di berbagai wilayah Amerika Serikat. Langkah politik ini dipandang sebagai upaya strategis untuk menarik simpati warga kelas menengah yang semakin kesulitan memiliki hunian pribadi akibat gempuran korporasi besar.
Fokus utama serangan Trump tertuju pada kota-kota besar di wilayah Sun Belt, terutama Atlanta dan Jacksonville. Di daerah-daerah metropolitan tersebut, kepemilikan investor terhadap rumah tinggal tunggal jauh lebih mencolok dibandingkan wilayah lainnya, sehingga menciptakan ketimpangan akses bagi pembeli individu.
Fenomena penguasaan pasar oleh perusahaan investasi besar telah lama menjadi perdebatan hangat di kalangan pengamat ekonomi. Dengan modal yang nyaris tak terbatas, perusahaan-perusahaan ini mampu membeli properti secara massal di pasar terbuka, yang pada akhirnya memicu lonjakan harga sewa dan harga jual rumah yang tidak terkendali bagi masyarakat lokal.
Strategi retorika Trump ini dinilai sangat krusial mengingat isu perumahan merupakan salah satu poin paling sensitif bagi pemilih di wilayah selatan Amerika. Dengan menyerang para investor institusional, ia berupaya memposisikan diri sebagai pelindung hak kepemilikan rumah bagi keluarga Amerika yang terpinggirkan oleh kepentingan korporat.
Meskipun demikian, para ahli ekonomi masih mempertanyakan efektivitas langkah konkret yang akan diambil untuk membendung dominasi tersebut. Banyak pihak khawatir bahwa tanpa regulasi yang komprehensif, pasar properti di kota-kota seperti Atlanta akan tetap sulit dijangkau oleh masyarakat biasa di masa depan.
Editor: SnanePapua
