Januari 9, 2026

Trump Janji Hidupkan Kembali Industri Minyak Venezuela dalam 18 Bulan: Ambisi Besar atau Sekadar Retorika?

SNANEPAPUA.COM – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait kebijakan luar negerinya, khususnya mengenai sektor energi di Venezuela. Trump mengklaim bahwa perusahaan-perusahaan minyak asal Amerika Serikat dapat beroperasi penuh dan berjalan maksimal di negara kaya minyak tersebut hanya dalam kurun waktu 18 bulan jika ia kembali memegang kendali pemerintahan.

Ambisi ini muncul di tengah dinamika geopolitik yang terus membayangi hubungan antara Washington dan Caracas. Trump secara terbuka menyatakan keinginannya untuk memperluas operasi Amerika di Venezuela, sebuah langkah yang ia yakini tidak hanya akan memperkuat ketahanan energi global, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi signifikan bagi perusahaan-perusahaan energi raksasa asal AS.

Namun, klaim optimis yang disampaikan oleh Trump ini segera mendapatkan tanggapan skeptis dari para ahli dan analis industri minyak internasional. Banyak pihak berpendapat bahwa menghidupkan kembali infrastruktur minyak Venezuela yang sudah lama terbengkalai bukanlah perkara mudah. Kerusakan fasilitas produksi, kurangnya pemeliharaan selama bertahun-tahun, serta pelarian tenaga ahli menjadi tantangan teknis yang sangat berat untuk diatasi dalam waktu singkat.

Selain kendala teknis di lapangan, faktor politik dan sanksi internasional yang berlapis juga menjadi penghalang utama bagi rencana tersebut. Analis menekankan bahwa meskipun ada kemauan politik yang kuat dari pihak Gedung Putih, proses negosiasi diplomatik dan upaya pemulihan kepercayaan investor akan memakan waktu yang jauh lebih lama daripada target 18 bulan yang dipatok oleh Trump dalam narasinya.

Saat ini, industri minyak Venezuela berada di titik yang sangat rendah jika dibandingkan dengan masa kejayaannya beberapa dekade lalu. Meskipun negara tersebut memegang predikat sebagai pemilik cadangan minyak mentah terbesar di dunia, ketidakstabilan politik dalam negeri telah melumpuhkan kapasitas produksinya secara drastis. Rencana Trump ini pun dipandang sebagai langkah berani yang memerlukan dukungan logistik dan finansial luar biasa besar untuk bisa menjadi kenyataan.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua