SNANEPAPUA.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait masa depan intervensi negaranya di Venezuela. Trump mengisyaratkan bahwa peran Amerika Serikat di negara Amerika Latin tersebut kemungkinan besar akan berlangsung selama bertahun-tahun demi memastikan stabilitas dan transisi kekuasaan yang diinginkan oleh Washington.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang semakin memuncak antara kedua negara tersebut. Di sisi lain, laporan resmi dari pemerintah Venezuela mengungkapkan sisi kelam dari operasi militer yang dilancarkan oleh pihak Amerika Serikat baru-baru ini. Menteri Dalam Negeri Venezuela memberikan rincian tragis mengenai dampak fisik dari upaya paksa untuk menggulingkan rezim yang berkuasa saat ini.
Menurut keterangan resmi dari Menteri Dalam Negeri Venezuela, operasi yang diduga dirancang untuk menculik Presiden Nicolas Maduro tersebut telah memakan korban jiwa dalam skala besar. Dilaporkan sedikitnya 100 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangkaian serangan yang terjadi dalam upaya penangkapan pemimpin Venezuela tersebut.
Trump menegaskan bahwa keterlibatan Amerika Serikat di Venezuela bukan sekadar intervensi singkat atau operasi sekali jalan. Ia melihat adanya kebutuhan mendesak bagi AS untuk tetap berada di sana dan mengelola proses transisi dalam jangka panjang. Pernyataan ini memicu kekhawatiran global mengenai kedaulatan negara dan potensi konflik berkepanjangan yang dapat mengganggu stabilitas regional Amerika Latin.
Hingga saat ini, situasi di lapangan masih sangat mencekam dengan kehadiran militer yang signifikan di berbagai titik strategis. Komunitas internasional terus memantau perkembangan ini dengan seksama, sementara pihak oposisi dan pendukung pemerintah saling klaim mengenai legitimasi kekuasaan di tengah krisis kemanusiaan yang semakin dalam.
Editor: SnanePapua
