Januari 12, 2026

Trump Blokir Total Aliran Minyak Venezuela ke Kuba, Desak Kesepakatan Baru yang Menguntungkan AS

SNANEPAPUA.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara tegas menyatakan bahwa tidak akan ada lagi pasokan minyak maupun aliran dana dari Venezuela yang diizinkan mengalir ke Kuba. Langkah drastis ini diambil sebagai bagian dari upaya Washington untuk menekan pemerintahan di Havana dan menuntut adanya kesepakatan baru atau ‘deal’ yang lebih menguntungkan bagi kepentingan Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Keputusan ini menyusul ketegangan politik yang terus meningkat di Amerika Latin, terutama setelah insiden penculikan Nicolas Maduro yang mengguncang stabilitas regional. Sejak peristiwa tersebut, data maritim menunjukkan bahwa tidak ada satu pun kapal tanker minyak yang meninggalkan pelabuhan-pelabuhan di Venezuela dengan tujuan Kuba, yang selama ini menjadi sekutu terdekat dan penerima manfaat utama dari sumber daya energi Venezuela.

Selama bertahun-tahun, Venezuela telah menjadi pemasok minyak terbesar bagi Kuba melalui berbagai skema kerja sama strategis. Hubungan barter antara kedua negara ini, di mana minyak ditukar dengan layanan medis, teknis, dan intelijen, telah menjadi tulang punggung ekonomi Kuba. Namun, dengan kebijakan baru yang dicanangkan Trump, Kuba kini terancam menghadapi krisis energi yang sangat parah jika tidak segera menemukan sumber alternatif.

Trump menegaskan bahwa bantuan minyak tersebut selama ini hanya memperkuat rezim di Kuba yang dianggapnya menghambat demokrasi di kawasan tersebut. Ia menuntut adanya perubahan kebijakan yang konkret dari Havana sebelum aliran sumber daya tersebut dapat dipulihkan kembali. Pernyataan ini mencerminkan gaya kepemimpinan Trump yang sangat transaksional dalam urusan luar negeri, terutama terhadap negara-negara yang dianggap berseberangan dengan agenda AS.

Para analis internasional memprediksi bahwa langkah ini akan mengubah dinamika geopolitik di wilayah Karibia secara signifikan. Tanpa dukungan energi dari Venezuela, pemerintah Kuba dipaksa untuk melakukan reformasi internal yang mendalam atau mencari sekutu global baru seperti Rusia atau China guna menopang ekonomi mereka yang rapuh. Sementara itu, ketidakpastian di Venezuela sendiri menambah kerumitan dalam rantai pasokan minyak global.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua