Januari 7, 2026

Tren Mode Mundur? Runway Dunia Kembali Didominasi Model Kurus, Inklusivitas Mulai Ditinggalkan

SNANEPAPUA.COM – Industri mode dunia kini tengah menjadi sorotan tajam setelah berakhirnya rangkaian peragaan busana Fall-Winter 2023 di berbagai pusat mode global. Alih-alih merayakan keberagaman bentuk tubuh yang sempat digaungkan dalam beberapa tahun terakhir, panggung runway justru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: kembalinya standar kecantikan tubuh yang sangat kurus sebagai arus utama.

Fenomena ini terlihat jelas di kota-kota mode utama seperti New York, London, Milan, hingga Paris. Para pengamat mode mencatat adanya penurunan drastis dalam keterlibatan model berukuran plus (plus-size) atau ukuran menengah (mid-size). Banyak rumah mode ternama yang kembali memilih model dengan proporsi tubuh yang sangat ramping, mengingatkan publik pada estetika yang sempat populer di era sebelumnya namun kini dianggap tidak sehat.

Para ahli industri menyebut pergeseran ini sebagai sebuah langkah mundur yang signifikan bagi dunia fesyen. Selama beberapa musim terakhir, industri ini tampak telah membuat kemajuan besar dalam hal inklusivitas dan representasi. Namun, koleksi terbaru kali ini justru didominasi oleh desain-desain yang seolah-olah hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki ukuran tubuh sangat kecil, meninggalkan pesan yang kontradiktif terhadap kampanye positif tubuh yang selama ini diperjuangkan.

Selain faktor estetika murni, muncul spekulasi mengenai pengaruh tren medis dan gaya hidup yang memengaruhi standar kecantikan di panggung tersebut. Popularitas obat-obatan tertentu yang digunakan untuk penurunan berat badan secara instan di kalangan jetset global diduga turut memperkuat obsesi lama terhadap tubuh kurus. Hal ini menciptakan kekhawatiran akan munculnya kembali tekanan psikologis bagi para model dan konsumen yang mendambakan representasi yang lebih realistis.

Meskipun elemen desain seperti rok lipit, ruffles, dan mantel dengan potongan tegas tetap hadir sebagai tren busana, isu keberagaman ukuran tubuh tetap menjadi topik yang paling mendominasi diskusi publik. Industri mode kini ditantang untuk kembali mengevaluasi arah perkembangan mereka agar tidak benar-benar terperosok kembali ke dalam standar kecantikan masa lalu yang dianggap toksik dan tidak inklusif bagi semua kalangan.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua