SNANEPAPUA.COM – Kerry Asia Tenggara baru-baru ini menyoroti pergeseran signifikan dalam tren kuliner di seluruh wilayah Asia, di mana perpaduan rasa buah sitrun dan rempah-rempah kini menjadi motor utama inovasi menu. Fenomena ini menandai transformasi rasa yang dulunya hanya identik dengan jajanan kaki lima tradisional, kini mulai merambah ke restoran kelas atas hingga produk pangan komersial berskala besar di berbagai negara.
Perusahaan pemimpin global dalam industri rasa dan nutrisi tersebut mengamati bahwa konsumen di Asia semakin mencari pengalaman sensorik yang unik dan mendalam. Kombinasi antara kesegaran asam dari jeruk atau sitrun dengan kehangatan rempah-rempah lokal menciptakan profil rasa yang kompleks namun tetap akrab di lidah masyarakat. Hal ini mendorong para produsen makanan dan minuman untuk terus bereksperimen dengan bahan-bahan lokal yang autentik guna memenuhi ekspektasi pasar yang dinamis.
Tren ini tidak hanya terbatas pada sektor makanan berat, tetapi juga merambah dengan pesat ke industri minuman dan camilan. Kerry mencatat bahwa adaptasi rasa tradisional ke dalam format modern memungkinkan merek-merek global untuk menjadi lebih relevan dengan pasar lokal di Asia Tenggara. Penggunaan rempah-rempah seperti jahe, serai, hingga cabai yang dipadukan dengan jeruk nipis atau lemon memberikan dimensi rasa baru yang menyegarkan sekaligus menggugah selera.
Selain faktor rasa, inovasi ini juga didorong oleh kesadaran kesehatan konsumen yang terus meningkat pasca-pandemi. Buah sitrun dan berbagai jenis rempah-rempah sering kali diasosiasikan dengan manfaat kesehatan alami, seperti peningkatan sistem imun dan sifat antioksidan. Oleh karena itu, menu yang menonjolkan bahan-bahan alami ini cenderung lebih diminati oleh kelompok konsumen yang peduli pada gaya hidup sehat tanpa ingin mengorbankan kelezatan rasa.
Dengan terus berkembangnya dinamika pasar di Asia Tenggara, Kerry memprediksi bahwa eksplorasi terhadap kekayaan rempah nusantara dan varietas buah sitrun akan tetap menjadi fokus utama para pengembang produk di masa depan. Langkah strategis ini diharapkan mampu memenuhi keinginan konsumen yang menginginkan kejutan rasa baru namun tetap mempertahankan akar budaya kuliner mereka yang kuat dan kaya akan sejarah.
Editor: SnanePapua
