SNANEPAPUA.COM – Sebuah insiden berdarah yang memilukan mengguncang lingkungan RSUD Majalaya baru-baru ini. Seorang kepala petugas kebersihan atau cleaning service di rumah sakit tersebut diduga kuat telah melakukan aksi pembunuhan terhadap anak buahnya sendiri yang diketahui bernama Fikri. Peristiwa tragis ini menambah deretan kasus kekerasan yang dipicu oleh perselisihan personal di lingkungan kerja.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, motif utama di balik aksi nekat pelaku adalah persoalan utang piutang yang tak kunjung menemui titik temu. Ketegangan antara atasan dan bawahan tersebut memuncak hingga berujung pada tindakan fatal yang merenggut nyawa korban. Pelaku diduga menggunakan sebuah martil sebagai alat untuk melancarkan serangan mematikan tersebut.
Setelah melakukan tindakan keji itu, pelaku tampaknya menyadari konsekuensi hukum dari perbuatannya. Tanpa melakukan perlawanan atau upaya melarikan diri yang berkepanjangan, pelaku kemudian memutuskan untuk menyerahkan diri kepada pihak kepolisian setempat. Langkah menyerahkan diri ini kini menjadi poin penting dalam proses pemeriksaan yang tengah berjalan.
Pihak kepolisian saat ini sedang mendalami kronologi kejadian secara mendetail untuk memastikan urutan peristiwa sebelum nyawa Fikri melayang. Selain mengamankan pelaku, petugas juga fokus mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna memperkuat berkas perkara pembunuhan tersebut.
Kejadian ini menyisakan trauma mendalam bagi para staf dan karyawan di RSUD Majalaya yang tidak menyangka konflik internal tersebut akan berakhir dengan sangat tragis. Masyarakat pun diingatkan untuk selalu mengedepankan komunikasi dan jalur hukum dalam menyelesaikan masalah finansial agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Editor: SnanePapua
