SNANEPAPUA.COM – Kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memprihatinkan menyusul laporan terbaru mengenai penderitaan bayi-bayi Palestina yang terpapar suhu dingin ekstrem. Organisasi medis internasional, Doctors Without Borders (MSF), mengungkapkan bahwa blokade berkelanjutan oleh militer Israel terhadap bantuan dasar seperti tenda dan perumahan sementara telah memperburuk krisis ini secara signifikan di tengah wilayah yang telah hancur akibat perang.
Musim dingin yang melanda wilayah kantong tersebut membawa ancaman baru yang mematikan bagi populasi yang paling rentan. Tanpa tempat berlindung yang memadai, ribuan keluarga terpaksa bertahan hidup di reruntuhan bangunan atau di ruang terbuka dengan perlengkapan seadanya. Bayi dan anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak, di mana banyak dari mereka mulai menunjukkan gejala penyakit serius akibat paparan cuaca dingin yang menusuk tulang secara berkepanjangan.
MSF mengecam keras tindakan pembatasan bantuan yang dilakukan oleh pihak otoritas Israel. Menurut pernyataan resmi organisasi tersebut, pengiriman barang-barang krusial seperti tenda, selimut, dan bahan bangunan untuk hunian sementara terus dihambat di pintu-pintu perbatasan. Hal ini dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap hukum kemanusiaan internasional yang mewajibkan perlindungan serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga sipil di zona konflik.
Di lapangan, para tenaga medis melaporkan adanya peningkatan tajam kasus gangguan pernapasan dan gejala hipotermia pada bayi yang baru lahir. Kurangnya akses terhadap alat pemanas dan nutrisi yang cukup membuat sistem kekebalan tubuh anak-anak di Gaza melemah drastis. Situasi ini diperparah dengan hancurnya sebagian besar infrastruktur kesehatan, yang membuat penanganan medis darurat menjadi sangat terbatas dan sulit dilakukan di bawah tekanan blokade.
Masyarakat internasional kini didesak untuk memberikan tekanan lebih besar agar akses bantuan kemanusiaan dapat dibuka sepenuhnya tanpa hambatan birokrasi maupun militer. Tanpa intervensi segera dan penyediaan hunian yang layak, dikhawatirkan jumlah korban jiwa akibat cuaca dingin ekstrem akan terus meningkat, menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan yang melanda warga Gaza dalam beberapa bulan terakhir.
Editor: SnanePapua
