SNANEPAPUA.COM – Sebuah tragedi memilukan melanda kawasan tempat pembuangan akhir (TPA) swasta di Kota Cebu, Filipina, setelah tumpukan sampah raksasa dilaporkan runtuh dan menimbun sejumlah pekerja. Insiden maut ini mengakibatkan sedikitnya satu orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang di bawah reruntuhan material sampah yang sangat luas.
Tim penyelamat dilaporkan terus bekerja tanpa henti di lokasi kejadian untuk mencari korban yang tertimbun. Hingga saat ini, petugas gabungan telah berhasil mengevakuasi 12 pekerja sanitasi dalam kondisi terluka dari balik puing-puing. Para korban selamat tersebut segera dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis darurat akibat cedera yang dialami.
Kekhawatiran mendalam kini menyelimuti otoritas setempat karena sekitar 38 orang dilaporkan masih belum ditemukan. Proses pencarian menghadapi kendala besar karena kondisi tumpukan sampah yang tidak stabil dan risiko terjadinya longsor susulan. Tim SAR mengerahkan berbagai alat berat guna mempercepat proses evakuasi di titik-titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya para pekerja.
Pemerintah Kota Cebu serta pihak pengelola TPA swasta tersebut kini tengah menjadi sorotan publik. Investigasi mendalam sedang diupayakan untuk mengungkap penyebab pasti runtuhnya gunungan sampah tersebut. Dugaan sementara mengarah pada masalah struktural pada area pembuangan yang mungkin sudah melebihi kapasitas maksimal, ditambah faktor cuaca yang memperburuk stabilitas tanah.
Bencana ini menjadi pengingat pahit akan risiko tinggi yang dihadapi oleh para pekerja di sektor sanitasi, terutama di area pembuangan sampah berskala besar. Pihak berwenang berjanji akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring dengan berjalannya operasi penyelamatan di lapangan.
Editor: SnanePapua
