SNANEPAPUA.COM – Kabar duka menyelimuti Filipina setelah insiden tragis melanda kawasan tempat pembuangan akhir (TPA) Binaliw. Sebuah tanah longsor dahsyat dilaporkan terjadi secara tiba-tiba, mengakibatkan jumlah korban jiwa terus bertambah hingga mencapai 11 orang dalam laporan terbaru yang diterima otoritas setempat.
Peristiwa memilukan ini terjadi saat aktivitas di lokasi TPA sedang berjalan seperti biasa di tengah hari. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi mata, terdapat lebih dari 100 pekerja yang tengah berada di lokasi kejadian saat material tanah dan tumpukan sampah mulai runtuh dengan cepat menimbun area kerja mereka.
Tim penyelamat gabungan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya pencarian dan penyelamatan intensif. Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis dan penuh tantangan mengingat kondisi medan yang labil serta risiko adanya longsor susulan yang masih menghantui para petugas di lapangan selama proses pencarian berlangsung.
Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa angka kematian meningkat drastis seiring dengan ditemukannya jasad tambahan dari balik reruntuhan material. Selain korban jiwa yang telah terdata, beberapa pekerja lainnya dilaporkan mengalami luka-luka serius dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis darurat di rumah sakit terdekat.
Hingga saat ini, investigasi mendalam terus dilakukan untuk menentukan penyebab pasti dari runtuhnya area TPA tersebut, apakah dipicu oleh faktor cuaca ekstrem atau adanya kegagalan struktur pada stabilitas lahan. Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi pihak pengelola fasilitas umum terkait pentingnya standar keselamatan kerja di zona berisiko tinggi.
Editor: SnanePapua
