Januari 8, 2026

Tragedi Kemanusiaan di Sudan: Kesaksian Memilukan Korban Pemerkosaan Massal oleh RSF, Bayi Turut Jadi Sasaran

SNANEPAPUA.COM – Konflik bersenjata yang terus berkecamuk di Sudan mengungkap sisi gelap kemanusiaan yang sangat mengerikan dan memilukan. Laporan terbaru mengungkapkan adanya tindakan kekerasan seksual sistematis yang dilakukan oleh pasukan Rapid Support Forces (RSF) terhadap warga sipil yang tidak berdaya. Para penyintas kini mulai berani bersuara dan memberikan kesaksian mengenai penderitaan luar biasa yang mereka alami di tengah kecamuk perang saudara tersebut.

Berdasarkan laporan mendalam yang dihimpun, para korban menceritakan bagaimana pemerkosaan massal atau gang rape dilakukan secara terorganisir oleh oknum pasukan tersebut. Tindakan keji ini diduga kuat bukan sekadar dampak sampingan dari kekacauan perang, melainkan digunakan sebagai senjata teror yang disengaja untuk menundukkan populasi sipil dan menghancurkan martabat komunitas tertentu. Kesaksian ini menambah daftar panjang bukti pelanggaran hak asasi manusia berat yang terjadi di wilayah konflik Sudan.

Hal yang paling mengejutkan dan memicu kemarahan publik internasional adalah adanya laporan medis yang menyebutkan bahwa bayi dan anak-anak turut menjadi korban dalam kekejaman ini. Seorang dokter yang menangani para penyintas mengonfirmasi bahwa dalam daftar korban yang mereka catat, terdapat bayi yang mengalami kekerasan seksual yang sangat brutal. Fakta ini menunjukkan betapa runtuhnya nilai-nilai kemanusiaan di tengah konflik yang berkepanjangan tersebut.

Komunitas medis dan relawan kemanusiaan di lapangan saat ini berupaya keras memberikan bantuan darurat, baik secara fisik maupun psikologis, kepada para penyintas yang berhasil melarikan diri. Namun, tantangan yang dihadapi sangat besar mengingat infrastruktur kesehatan banyak yang hancur dan akses logistik ke wilayah-wilayah konflik sangat terbatas. Trauma mendalam yang dialami oleh para korban, terutama anak-anak, diperkirakan akan membekas seumur hidup dan membutuhkan rehabilitasi jangka panjang.

Dunia internasional kini didesak untuk segera melakukan penyelidikan independen guna menyeret para pelaku ke pengadilan internasional. Tekanan terhadap RSF dan pihak-pihak yang bertikai di Sudan semakin meningkat agar mereka segera menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil tanpa pengecualian. Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat global akan urgensi perdamaian dan perlindungan hak asasi manusia di wilayah-wilayah yang dilanda perang.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua