SNANEPAPUA.COM – Konflik bersenjata di Sudan kembali memanas setelah serangan drone yang diluncurkan oleh kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) menghantam sebuah pangkalan militer di kota Sinja, Sudan bagian tenggara. Insiden tragis ini dilaporkan telah merenggut nyawa sedikitnya 27 orang, memperpanjang daftar panjang korban jiwa dalam perang saudara yang terus berkecamuk di negara tersebut.
Menurut laporan terbaru, serangan udara yang menggunakan pesawat tak berawak tersebut menyasar fasilitas militer milik tentara nasional Sudan secara mendadak. Ledakan besar yang dihasilkan oleh drone-drone tersebut menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur pangkalan dan menimbulkan kepanikan luar biasa di sekitar lokasi kejadian, mengingat intensitas serangan yang sangat tinggi.
Kota Sinja, yang terletak di wilayah strategis Sudan tenggara, kini menjadi pusat perhatian internasional setelah serangan mematikan ini terjadi. Para saksi mata melaporkan bahwa drone-drone tersebut muncul di langit secara tiba-tiba dan melepaskan muatan bahan peledak tepat di area yang padat dengan personel militer, yang mengakibatkan jumlah korban jiwa yang cukup signifikan dalam waktu singkat.
Hingga saat ini, pihak militer Sudan terus melakukan upaya evakuasi dan pendataan terhadap korban luka maupun meninggal dunia di lokasi kejadian. Kondisi di lapangan dilaporkan masih sangat tegang, dengan penjagaan ketat yang diberlakukan di seluruh penjuru kota guna mengantisipasi kemungkinan adanya serangan susulan dari pihak RSF yang kian agresif.
Konflik berkepanjangan antara tentara pemerintah Sudan dan RSF telah memicu krisis kemanusiaan yang mendalam di berbagai wilayah. Komunitas internasional terus mendesak kedua belah pihak untuk segera melakukan gencatan senjata dan kembali ke meja perundingan guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa di masa mendatang.
Editor: SnanePapua
