Berita Terbaru: Pertunjukan Tari Kecak di Garuda Wisnu Kencana Bali; Berkisah Tentang Pencarian Tirta Amerta
Berita Terbaru: Pertamina Hulu Energi Menggelar Media Gathering 2025 Melibatkan Ratusan Wartawan Dari Berbagai Media
Berita Terbaru: Pertamina Telah Mengukuhkan Diri Sebagai Perusahaan Terintegrasi di Bidang Energi
Kepala Dinas KPPKB, Naomi Netty Howai Dalam Sambutanya.[/caption]
“Kita tahu bahwa, provinsi Papua Barat Daya baru hadir 2 tahun tapi pekerjaan ini kita telah kerja dari dulu kita hanya perlu sinergikan yaitu hal-hal yang berkaitan dengan data, kerja bagus di lapangan tapi kalau datanya tidak bagus berarti tidak bisa ukur cakupan imunisasi datanya apa harus di,”tegasnya.
Lanjutnya dalam konteks ini, telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang menekankan pentingnya imunisasi dasar bagi bayi dan anak.
“Imunisasi merupakan investasi penting untuk masa depan anak-anak, yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan serta menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat penyakit yang dapat dicegah,”pungkasnya.
Kepala Dinas menyoroti pentingnya program-program nasional dan kebijakan dari pusat, seperti vaksinasi polio yang merupakan bagian dari imunisasi rutin. Ia menekankan perlunya kolaborasi yang erat antara Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota dengan tingkat provinsi serta Puskesmas untuk mendapatkan data yang akurat.
“Harapnya sinergitas kolaborasi antara teman-teman di kabupaten kota itu baik dengan teman-teman di provinsi terutama dengan ibu puskesmasnya dan penanggung jawab imunisasi,”tegasnya
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen terhadap kesehatan masyarakat, diharapkan program imunisasi dapat mencapai tujuannya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya.
Copyright © Snanepapua.com - 2026