SNANEPAPUA.COM – Situasi di Aleppo, Suriah, kembali mencekam seiring dengan meningkatnya eskalasi pertempuran antara tentara pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Di tengah dentuman senjata yang terus bersahutan, penduduk setempat kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, terjebak di antara secercah harapan untuk perdamaian dan ketakutan mendalam akan masa depan yang tidak pasti.
Laporan terbaru dari lapangan menggambarkan suasana kota yang penuh ketegangan dan ketidakpastian. Resul Serdar Atas dari Al Jazeera melaporkan bahwa bentrokan fisik dan serangan udara telah menjadi pemandangan sehari-hari di berbagai sudut kota, memaksa ribuan warga sipil untuk mencari perlindungan di bunker-bunker darurat atau bangunan yang sudah setengah hancur demi menyelamatkan nyawa mereka.
Bagi warga Aleppo, konflik ini bukan sekadar angka statistik dalam berita internasional, melainkan ancaman nyata terhadap eksistensi mereka. Banyak keluarga yang terpaksa terpisah, sementara akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih, makanan, dan layanan kesehatan menjadi sangat terbatas akibat blokade serta kerusakan infrastruktur yang masif di wilayah tersebut.
Persaingan antara tentara Suriah dan SDF di wilayah strategis ini menambah kompleksitas konflik yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Perebutan kendali atas titik-titik penting di sekitar Aleppo dianggap krusial bagi kedua belah pihak secara militer, namun pada kenyataannya, warga sipillah yang harus menanggung beban terberat dari ambisi kekuasaan tersebut.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau perkembangan di Aleppo dengan penuh kekhawatiran. Sementara upaya diplomasi tingkat tinggi terus diupayakan di meja perundingan, warga di darat hanya bisa berdoa dan berharap agar gencatan senjata segera terwujud sehingga mereka dapat kembali menata kehidupan yang telah porak-poranda akibat perang berkepanjangan.
Editor: SnanePapua
