Januari 8, 2026

Suasana Khidmat Perayaan Natal Ortodoks di Seluruh Dunia: Dari Palestina hingga Rusia

SNANEPAPUA.COM – Umat Kristen Ortodoks di berbagai belahan dunia, mulai dari tanah kelahiran Yesus di Palestina hingga ke wilayah luas Rusia, secara serentak merayakan hari kelahiran Sang Juru Selamat pada Selasa, 7 Januari. Perayaan ini mengikuti kalender Julian yang memiliki perbedaan waktu dengan penanggalan Gregorian yang umumnya digunakan oleh umat Katolik dan Protestan di seluruh dunia.

Tradisi Natal Ortodoks ini tetap terjaga dengan kuat selama berabad-abad, mencerminkan kekayaan budaya dan spiritualitas yang sangat mendalam bagi para penganutnya. Di tengah situasi dunia yang dinamis, jutaan jemaat berkumpul di gereja-gereja kuno untuk melaksanakan ibadah liturgi tengah malam yang penuh dengan kekhusyukan serta doa-doa untuk perdamaian umat manusia.

Di Betlehem, kota yang diyakini sebagai tempat lahirnya Yesus Kristus, perayaan berlangsung dengan penuh makna meskipun berada di tengah tantangan geopolitik yang kompleks. Sementara itu, di Rusia, ribuan orang memenuhi Katedral Kristus Sang Penyelamat di Moskow untuk mengikuti prosesi keagamaan yang megah, menunjukkan betapa kuatnya akar tradisi ini di kawasan Eropa Timur dan sekitarnya.

Selain ibadah formal di gereja, perayaan Natal Ortodoks juga identik dengan berbagai tradisi unik yang berbeda di setiap negara. Mulai dari perjamuan makan malam keluarga yang menyajikan hidangan khas tertentu, hingga prosesi pemberkatan air yang dilakukan secara simbolis. Keberagaman cara merayakan ini menambah warna dalam ekspresi iman yang bersifat universal namun tetap menghargai kearifan lokal.

Perayaan ini bukan sekadar rutinitas tahunan bagi penganutnya, melainkan simbol persatuan dan harapan baru. Di tengah berbagai krisis global yang melanda, momen Natal Ortodoks menjadi pengingat penting akan pesan cinta kasih, kesederhanaan, dan kedamaian yang dibawa oleh Yesus Kristus bagi seluruh penghuni bumi tanpa terkecuali.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua