Januari 9, 2026

Strategi Baru China Hadapi Doktrin Trump: Antara Risiko dan Peluang di Venezuela

SNANEPAPUA.COM – Pemerintah China kini tengah berada di persimpangan jalan dalam menentukan arah kebijakan luar negeri dan investasinya di kancah global. Hal ini terjadi seiring dengan kembalinya Donald Trump ke panggung kekuasaan Amerika Serikat, yang membawa doktrin ‘spheres of influence’ atau pembagian wilayah pengaruh yang lebih tegas dan kompetitif.

Perubahan dinamika politik di Washington memaksa Beijing untuk mengevaluasi kembali seluruh portofolio investasi mereka, terutama di negara-negara strategis seperti Venezuela. Selama ini, Venezuela telah menjadi mitra kunci China di Amerika Latin melalui berbagai kesepakatan energi dan infrastruktur, namun tekanan diplomatik dari pemerintahan Trump diperkirakan akan menciptakan tantangan baru bagi keberlangsungan proyek tersebut.

Donald Trump dikenal dengan pendekatannya yang sangat transaksional dan proteksionis dalam urusan luar negeri. Dengan mendorong konsep wilayah pengaruh, Trump seolah memberikan sinyal bahwa Amerika Serikat akan lebih agresif dalam menjaga dominasinya di belahan bumi barat. Hal ini tentu saja berdampak langsung pada posisi China yang telah menanamkan modal besar di wilayah yang secara tradisional dianggap sebagai ‘halaman belakang’ Amerika Serikat.

Para analis geopolitik menilai bahwa China tidak akan tinggal diam melihat aset-aset strategisnya terancam oleh kebijakan AS yang baru. Beijing kemungkinan besar akan memperhalus gaya diplomasinya atau mencari titik temu ekonomi yang memungkinkan mereka tetap mempertahankan pengaruh tanpa harus memicu konfrontasi langsung. Fleksibilitas ini menjadi kunci bagi China untuk menavigasi ketidakpastian yang dibawa oleh kepemimpinan Trump.

Masa depan hubungan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia ini akan sangat bergantung pada bagaimana mereka saling bernegosiasi di wilayah-wilayah sensitif. China harus jeli melihat peluang di tengah risiko yang ada, sembari memastikan bahwa investasi mereka di Venezuela tetap memberikan keuntungan jangka panjang di tengah tekanan geopolitik yang semakin memanas.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua