SNANEPAPUA.COM – Kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump kembali menjadi sorotan tajam dunia internasional. Sorotan ini muncul setelah adanya perbandingan kontras antara tindakan hukum terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan pengampunan yang diberikan kepada mantan Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez. Kedua pemimpin tersebut sebelumnya sama-sama terseret dalam pusaran tuduhan perdagangan narkoba lintas negara.
Trump mengambil langkah agresif terhadap Nicolas Maduro dengan mengeluarkan dakwaan resmi atas tuduhan ‘narkoterorisme’. Pemerintah AS bahkan sempat menawarkan imbalan jutaan dolar bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi yang berujung pada penangkapan pemimpin Venezuela tersebut. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk menekan rezim Maduro yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan geopolitik Amerika di kawasan Amerika Latin.
Namun, pendekatan yang sangat berbeda ditunjukkan terhadap Juan Orlando Hernandez (JOH). Meskipun JOH telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan AS atas keterlibatannya dalam skandal perdagangan kokain skala besar, Trump justru memberikan pengampunan (pardon) kepadanya. Langkah ini memicu perdebatan mengenai konsistensi penegakan hukum AS terhadap para pemimpin dunia yang terlibat dalam kejahatan transnasional.
Perbedaan perlakuan ini memunculkan spekulasi mengenai adanya standar ganda dalam kebijakan narkoba Amerika Serikat. Para kritikus menilai bahwa penegakan hukum sering kali digunakan sebagai alat politik untuk menghukum musuh ideologis, sementara sekutu politik mendapatkan perlindungan atau keringanan hukuman. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas kampanye anti-narkoba global yang selama ini didengungkan oleh Washington.
Kontradiksi ini tidak hanya berdampak pada hubungan diplomatik antarnegara, tetapi juga pada persepsi keadilan di mata publik internasional. Dengan membandingkan kedua kasus ini, terlihat jelas bagaimana kepentingan politik sering kali berinteraksi dengan proses hukum formal dalam kancah politik global. Fenomena ini menjadi catatan penting bagi dinamika kekuasaan di Amerika Serikat di masa mendatang.
Editor: SnanePapua
