Januari 10, 2026

Skandal Penembakan Agen ICE: Pejabat Minnesota Berang FBI Tutupi Akses Penyelidikan Kematian Renee Good

SNANEPAPUA.COM – Ketegangan meningkat di Minneapolis setelah ratusan warga turun ke jalan untuk memprotes kematian Renee Good, seorang wanita berusia 37 tahun yang tewas dalam insiden penembakan tragis yang melibatkan agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE). Aksi massa ini menuntut keadilan dan transparansi penuh atas peristiwa yang mengguncang komunitas lokal tersebut.

Namun, upaya untuk mengungkap kebenaran di balik insiden ini menemui hambatan birokrasi yang serius. Pejabat berwenang di Minnesota secara terbuka menyatakan kekecewaan mereka terhadap Biro Investigasi Federal (FBI). Mereka mengklaim bahwa FBI telah menutup akses bagi penyelidik lokal untuk mendalami rincian kasus penembakan yang menewaskan warga sipil tersebut.

Penutupan akses ini memicu perdebatan sengit mengenai yurisdiksi dan akuntabilitas lembaga federal di mata hukum setempat. Para pejabat lokal berpendapat bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui fakta yang sebenarnya, terutama ketika seorang warga kehilangan nyawa dalam sebuah operasi penegakan hukum. Langkah FBI yang dianggap menutup diri ini dikhawatirkan akan memperburuk ketidakpercayaan publik terhadap aparat keamanan.

Renee Good tewas dalam sebuah konfrontasi yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya besar. Meskipun rincian operasional saat kejadian belum sepenuhnya dirilis ke publik, keterlibatan agen federal dalam penembakan di wilayah pemukiman telah menjadi sorotan tajam bagi para aktivis hak asasi manusia dan pemimpin komunitas di Minneapolis.

Hingga saat ini, pihak FBI belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan spesifik di balik pembatasan akses penyelidikan bagi otoritas Minnesota. Sementara itu, gelombang protes di jalanan Minneapolis diperkirakan akan terus berlanjut hingga ada kejelasan hukum dan transparansi yang dijanjikan oleh pihak-pihak terkait atas kematian Renee Good.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua