SNANEPAPUA.COM – Sejumlah mantan tahanan yang pernah melakukan aksi mogok makan dari Irlandia, Palestina, hingga Teluk Guantanamo, mengeluarkan seruan darurat kepada Pemerintah Inggris. Mereka mendesak otoritas terkait untuk segera mengambil tindakan nyata guna menyelamatkan nyawa para aktivis dari kelompok ‘Palestine Action’ yang saat ini tengah berada dalam kondisi kesehatan kritis akibat melakukan aksi mogok makan berkepanjangan.
Aksi protes ekstrem ini dilakukan sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah Inggris agar segera menghentikan ekspor senjata dan dukungan militer kepada Israel. Para aktivis tersebut menyatakan bahwa tindakan mereka adalah upaya terakhir untuk menarik perhatian dunia terhadap penderitaan warga sipil di Gaza yang terus menjadi korban konflik bersenjata.
Dukungan internasional ini bukan tanpa alasan. Para tokoh yang menandatangani seruan tersebut memahami betul penderitaan fisik dan mental dari aksi mogok makan sebagai alat perjuangan politik. Mereka menekankan bahwa pemerintah Inggris memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk mendengarkan tuntutan para aktivis sebelum terjadi kehilangan nyawa yang tidak diinginkan di tanah Inggris.
Dalam surat terbuka yang dipublikasikan secara luas, para mantan pemogok makan ini memperingatkan bahwa waktu kian menipis bagi mereka yang menolak asupan nutrisi demi kemanusiaan. Mereka menilai bahwa tuntutan untuk mengakhiri pasokan komponen senjata adalah langkah krusial yang harus segera diambil oleh London guna menjaga integritas hak asasi manusia di mata internasional.
Hingga berita ini diturunkan, tekanan publik terhadap pemerintah Inggris terus menguat seiring dengan meluasnya kampanye solidaritas untuk para aktivis tersebut. Masyarakat internasional kini menanti langkah konkret dari Perdana Menteri Inggris untuk merespons situasi kemanusiaan yang kian genting ini agar tidak berujung pada tragedi yang lebih dalam.
Editor: SnanePapua
