SNANEPAPUA.COM – Wilayah tenggara Ukraina kini tengah menghadapi krisis energi yang sangat serius setelah serangan gencar yang diluncurkan oleh pasukan militer Rusia. Pejabat pemerintah setempat melaporkan bahwa dua wilayah strategis, yakni Dnipropetrovsk dan Zaporizhzhia, hampir sepenuhnya kehilangan pasokan listrik akibat kerusakan infrastruktur yang masif.
Serangan udara yang menyasar fasilitas energi vital ini menyebabkan pemadaman listrik secara meluas dan seketika, meninggalkan jutaan warga dalam kegelapan. Pemerintah Ukraina menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari strategi sistematis pihak lawan untuk melumpuhkan ketahanan energi nasional serta mengganggu stabilitas kehidupan warga sipil di tengah konflik yang terus berkecamuk.
Di wilayah Zaporizhzhia, yang dikenal sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, situasi dilaporkan sangat kritis. Pemadaman listrik tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga sehari-hari, tetapi juga mulai mengancam operasional berbagai fasilitas publik penting, termasuk rumah sakit dan sistem penyediaan air bersih yang sangat bergantung pada pasokan energi stabil.
Sementara itu, di wilayah Dnipropetrovsk, tim teknis dari perusahaan energi nasional sedang berupaya keras untuk melakukan perbaikan darurat di titik-titik kerusakan. Namun, skala kerusakan yang ditimbulkan oleh hantaman rudal dan drone Rusia membuat proses pemulihan berjalan sangat lambat, ditambah lagi dengan adanya ancaman serangan susulan yang terus menghantui para pekerja di lapangan.
Komunitas internasional terus memantau situasi ini dengan keprihatinan mendalam, mengingat dampak kemanusiaan yang ditimbulkan oleh ketiadaan akses listrik bagi warga sipil di tengah cuaca yang tidak menentu. Ukraina kembali mendesak para sekutu internasional untuk segera memberikan bantuan tambahan guna memperkuat sistem pertahanan udara mereka demi melindungi infrastruktur sipil dari kehancuran lebih lanjut.
Editor: SnanePapua
