SNANEPAPUA.COM – Para siswa SMA Negeri 2 Pidie Jaya menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap pendidikan meskipun tengah menghadapi musibah besar. Akibat gedung sekolah yang tertimbun material lumpur pasca-bencana, kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dialihkan ke tenda-tenda darurat demi memastikan proses akademik tetap berjalan.
Kondisi memprihatinkan ini terjadi setelah wilayah tersebut dilanda cuaca ekstrem yang mengakibatkan endapan lumpur tebal menutupi hampir seluruh area ruang kelas. Ketebalan lumpur yang cukup signifikan membuat fasilitas pendidikan utama tersebut sama sekali tidak memungkinkan untuk digunakan dalam waktu dekat tanpa adanya proses pembersihan total dan rehabilitasi bangunan.
Meski proses belajar mengajar telah dimulai kembali pada hari ini, tantangan besar masih membayangi para siswa dan tenaga pendidik. Banyak pelajar yang terpaksa mengikuti pelajaran dengan keterbatasan peralatan sekolah, mengingat buku pelajaran, seragam, hingga alat tulis mereka banyak yang hilang atau rusak terendam material lumpur saat bencana melanda sekolah mereka.
Di bawah naungan tenda darurat dengan fasilitas yang sangat terbatas, suasana belajar tetap berlangsung dengan penuh khidmat. Pihak sekolah terus berupaya semaksimal mungkin agar hak pendidikan para siswa tidak terabaikan, sembari menunggu bantuan lebih lanjut serta proses normalisasi gedung sekolah yang terdampak parah oleh material sisa bencana tersebut.
Situasi yang dialami SMAN 2 Pidie Jaya ini menjadi pengingat penting bagi pemangku kepentingan mengenai perlunya percepatan pemulihan fasilitas publik pasca-bencana. Diharapkan pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera melakukan langkah nyata dalam pembersihan dan perbaikan gedung agar para siswa dapat segera kembali belajar di ruang kelas yang layak dan nyaman.
Editor: SnanePapua
