SNANEPAPUA.COM – Perkampungan Suku Baduy Dalam yang terletak di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, secara resmi akan ditutup bagi wisatawan selama tiga bulan penuh. Langkah ini diambil sehubungan dengan dimulainya ritual adat Kawalu yang merupakan tradisi sakral bagi masyarakat setempat.
Penutupan kawasan ini dijadwalkan mulai berlaku pada 20 Januari 2026 mendatang. Selama periode tersebut, tiga desa utama di Baduy Dalam, yakni Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik, tidak akan menerima kunjungan dari pihak luar guna menjaga kesucian dan kekhidmatan prosesi adat yang berlangsung.
Ritual Kawalu sendiri merupakan masa di mana warga Baduy Dalam melakukan puasa dan berdoa untuk keselamatan bangsa serta kelancaran hasil panen. Tradisi ini dilakukan secara turun-temurun dan menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga keseimbangan alam dan spiritualitas komunitas adat tersebut.
Meskipun ditutup secara umum untuk kegiatan wisata, pihak lembaga adat masih memberikan pengecualian untuk tamu atau pejabat yang memiliki keperluan mendesak atau khusus. Namun, prosedur untuk mendapatkan izin masuk tetap diperketat dan harus melalui persetujuan para tetua adat setempat agar tidak mengganggu jalannya ritual.
Bagi para wisatawan yang berencana mengunjungi Baduy, disarankan untuk menjadwalkan ulang perjalanan mereka atau hanya berkunjung ke wilayah Baduy Luar yang tetap terbuka bagi publik. Penutupan ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat Baduy Dalam untuk menjalankan kewajiban adat mereka dengan tenang dan khusyuk.
Editor: SnanePapua
