Januari 13, 2026

Ribuan Perawat di New York Gelar Aksi Mogok Kerja Besar-besaran, Pelayanan Kesehatan Terancam Lumpuh?

SNANEPAPUA.COM – Ribuan perawat di New York City resmi memulai aksi mogok kerja massal pada Senin (12/1) waktu setempat. Langkah drastis ini diambil setelah upaya negosiasi kontrak kerja antara serikat pekerja dan pihak manajemen rumah sakit menemui jalan buntu tanpa kesepakatan yang berarti bagi kesejahteraan para tenaga medis.

Aksi turun ke jalan ini tidak hanya diikuti oleh para tenaga medis profesional, tetapi juga mendapatkan dukungan luas dari berbagai tokoh politik penting di kota tersebut. Salah satu sosok yang terlihat bergabung di tengah barisan massa adalah Wali Kota New York yang baru saja menjabat, Zohran Mamdani, yang secara terbuka memberikan solidaritasnya terhadap tuntutan para perawat.

Kegagalan negosiasi kontrak ini dilaporkan berfokus pada beberapa isu krusial yang selama ini menjadi keluhan utama. Para perawat menuntut kenaikan upah yang lebih layak serta penambahan jumlah staf untuk menjamin rasio perawat dan pasien yang aman. Mereka menegaskan bahwa beban kerja yang berlebihan telah mengancam keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan.

Dampak dari mogok kerja ini diprediksi akan sangat signifikan terhadap operasional harian berbagai rumah sakit besar di New York. Untuk mengantisipasi kelumpuhan layanan, pihak manajemen rumah sakit terpaksa menunda sejumlah prosedur medis non-darurat dan mengalihkan sumber daya untuk menangani kasus-kasus kritis di unit gawat darurat.

Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan kedua belah pihak akan kembali ke meja perundingan untuk mencapai mufakat. Masyarakat kini menanti langkah konkret dari pemerintah kota dan otoritas terkait guna mengakhiri krisis ini sebelum berdampak lebih luas pada sistem kesehatan publik di metropolitan tersebut.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua