Januari 14, 2026

Ratusan Jagal Sapi Surabaya Lumpuhkan Balai Kota, Tolak Keras Rencana Relokasi RPH Pegirian

SNANEPAPUA.COM – Gelombang protes dari para jagal dan pedagang daging sapi di Kota Surabaya kembali memanas. Setelah sebelumnya melakukan aksi di depan Gedung DPRD, kini ratusan massa memadati kawasan Balai Kota Surabaya untuk menyuarakan penolakan keras terhadap rencana relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian yang dinilai merugikan para pelaku usaha kecil.

Aksi unjuk rasa ini merupakan bentuk akumulasi kegelisahan para pelaku usaha daging yang merasa kebijakan relokasi akan mengancam keberlangsungan mata pencaharian mereka. Massa yang terdiri dari para jagal senior hingga pedagang eceran ini menuntut agar Pemerintah Kota Surabaya meninjau ulang keputusan pemindahan lokasi operasional RPH yang selama ini menjadi pusat denyut nadi ekonomi mereka.

Tidak hanya sekadar berorasi, para pendemo juga mengancam akan melakukan aksi mogok kerja massal sebagai bentuk protes keras. Hal ini tentu memicu kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan stok daging sapi di berbagai pasar tradisional di Surabaya. Jika mogok kerja berlanjut, stabilitas harga pangan hewani di wilayah tersebut diprediksi akan terganggu secara signifikan dalam waktu dekat.

Perwakilan massa menyatakan bahwa lokasi RPH Pegirian saat ini sangat strategis bagi distribusi daging ke berbagai wilayah di Surabaya dan sekitarnya. Mereka berargumen bahwa relokasi ke lokasi baru justru akan menambah beban biaya logistik yang cukup besar serta berpotensi menurunkan kualitas kesegaran daging akibat jarak tempuh yang lebih jauh. Oleh karena itu, mereka mendesak Wali Kota Surabaya untuk segera memberikan solusi konkret.

Hingga saat ini, situasi di depan Balai Kota Surabaya masih terpantau padat oleh massa yang membawa berbagai atribut dan spanduk tuntutan. Para pengunjuk rasa menegaskan akan tetap bertahan dan terus menyuarakan aspirasi mereka hingga ada kesepakatan tertulis mengenai pembatalan atau penundaan rencana relokasi demi nasib ribuan pekerja di sektor pemotongan hewan tersebut.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua