SNANEPAPUA.COM – Ratusan jagal sapi di Kota Surabaya melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran dengan mendatangi kantor DPRD Kota Surabaya. Aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap kebijakan Pemerintah Kota Surabaya terkait rencana pemindahan Rumah Potong Hewan (RPH) dari kawasan Pegirian ke lokasi baru di Tambak Osowilangun.
Massa aksi yang membawa serta hewan ternak sapi tersebut berkumpul di depan gedung wakil rakyat untuk menyuarakan aspirasi mereka secara langsung. Mereka menilai relokasi tersebut akan sangat merugikan para pelaku usaha jagal, baik dari sisi operasional maupun biaya logistik yang diperkirakan akan membengkak signifikan jika harus pindah ke wilayah pinggiran kota yang jauh dari pusat pasar.
Para pengunjuk rasa secara tegas menuntut Wali Kota Surabaya untuk segera meninjau kembali atau bahkan membatalkan keputusan relokasi tersebut. Menurut para jagal, RPH Pegirian memiliki nilai historis dan kedekatan lokasi dengan pasar-pasar utama di Surabaya, sehingga pemindahan ke Tambak Osowilangun dianggap tidak strategis dan sangat memberatkan para pekerja di sektor pemotongan hewan.
Selain melakukan orasi, para jagal juga memberikan peringatan keras dengan mengancam akan melakukan aksi mogok kerja massal jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi oleh pemerintah setempat. Ancaman mogok kerja ini dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas pasokan daging sapi di pasar-pasar tradisional Surabaya, yang pada akhirnya dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga daging di tingkat konsumen.
Hingga saat ini, perwakilan dari massa aksi masih berupaya melakukan audiensi dengan anggota DPRD guna mencari solusi terbaik atas permasalahan ini. Masyarakat berharap agar pemerintah kota dapat duduk bersama dengan para jagal untuk menemukan jalan tengah yang tidak merugikan pihak manapun demi kelancaran rantai pasok pangan di Kota Pahlawan.
Editor: SnanePapua
