SNANEPAPUA.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara tegas menepis berbagai tudingan yang menyebut dirinya memiliki ambisi untuk menjadi seorang diktator dalam memimpin pemerintahan. Pernyataan ini disampaikan guna meredam spekulasi publik yang berkembang pesat di tengah dinamika politik nasional saat ini, sekaligus menegaskan arah kepemimpinannya ke depan.
Dalam arahannya, Prabowo menekankan bahwa komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi tetap menjadi landasan utama dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia menegaskan bahwa setiap langkah kebijakan yang diambil oleh pemerintahannya adalah murni demi kepentingan rakyat dan kemajuan bangsa, bukan untuk memperkuat kekuasaan absolut secara sepihak sebagaimana yang dikhawatirkan beberapa pihak.
Selain membantah tuduhan tersebut, Presiden juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh jajaran menteri dan pejabat negara di kabinetnya. Ia meminta agar mereka tidak mudah terpengaruh atau terdistraksi oleh kritik-kritik tajam yang beredar luas di media sosial. Menurutnya, narasi yang berkembang di dunia maya seringkali bersifat subjektif dan dapat mengganggu konsentrasi kerja jika ditanggapi secara berlebihan.
Prabowo berharap jajarannya tetap fokus pada pencapaian target kerja dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Beliau berpendapat bahwa energi pemerintah jauh lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di lapangan, daripada sekadar terjebak dalam pusaran opini negatif yang tidak konstruktif di platform digital.
Langkah tegas Presiden ini dipandang sebagai upaya untuk menjaga stabilitas internal kabinet agar tetap solid dan produktif. Dengan mengabaikan kebisingan di media sosial dan tetap berpegang pada koridor hukum serta demokrasi, pemerintah diharapkan dapat bergerak lebih cepat dalam merealisasikan program-program strategis nasional yang telah dicanangkan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Editor: SnanePapua
