SNANEPAPUA.COM – Dalam sebuah langkah diplomasi yang signifikan, Presiden China Xi Jinping menyampaikan pesan ucapan selamat yang hangat kepada pemerintah India dalam rangka memperingati Hari Republik negara tersebut. Xi Jinping menegaskan bahwa Beijing dan New Delhi pada dasarnya adalah "tetangga baik, teman sejati, dan mitra strategis" yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas di kawasan Asia dan dunia secara luas.
Mencairkan Kebekuan Diplomatik di Himalaya
Pesan dari Beijing ini datang di saat hubungan kedua negara masih dibayangi oleh ketegangan militer yang berkepanjangan di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC) di wilayah Himalaya. Sejak bentrokan berdarah di Lembah Galwan pada tahun 2020, hubungan bilateral antara dua raksasa Asia ini berada pada titik terendah dalam beberapa dekade terakhir. Namun, narasi yang dibawa Xi Jinping dalam pesan Hari Republik kali ini menunjukkan adanya keinginan kuat untuk menggeser fokus dari konfrontasi menuju normalisasi hubungan.
Xi menekankan bahwa sebagai dua negara berkembang terbesar dengan populasi masif, China dan India memiliki kepentingan bersama yang jauh lebih besar daripada perbedaan mereka. Ia menyerukan agar kedua pihak bekerja sama untuk memajukan agenda pembangunan nasional masing-masing serta memberikan kontribusi positif bagi perdamaian dan kemakmuran global di tengah ketidakpastian geopolitik saat ini.
Kepentingan Ekonomi dan Pengaruh Global South
Di luar retorika politik, ketergantungan ekonomi antara China dan India tetap menjadi faktor penentu yang sulit diabaikan. Meskipun India terus berupaya memperkuat manufaktur dalam negerinya untuk mengurangi ketergantungan pada produk China, volume perdagangan antara keduanya tetap mencatatkan angka yang signifikan. Beijing menyadari bahwa akses ke pasar India yang luas merupakan elemen krusial bagi stabilitas ekonomi regional.
Selain itu, posisi kedua negara dalam organisasi multilateral seperti BRICS dan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) menuntut adanya koordinasi yang lebih erat. Dengan tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis rantai pasok, Xi Jinping tampaknya ingin memastikan bahwa poros Beijing-New Delhi tetap solid dalam menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang (Global South) di panggung internasional.
Analisis/Perspektif
Langkah Xi Jinping ini dapat dianalisis sebagai bagian dari strategi "charm offensive" untuk mencegah India semakin merapat ke dalam aliansi keamanan Barat, terutama kelompok QUAD yang melibatkan Amerika Serikat, Jepang, dan Australia. Dengan melabeli India sebagai "mitra", China mencoba menawarkan visi kerja sama regional yang lebih inklusif tanpa intervensi kekuatan luar. Namun, tantangan utama tetap terletak pada implementasi di lapangan. Apakah pesan damai ini akan diikuti dengan de-eskalasi militer yang nyata di perbatasan, ataukah hanya sekadar formalitas diplomatik tahunan? Bagi New Delhi, kepercayaan tetap menjadi isu utama, namun dibukanya pintu dialog oleh Xi memberikan sedikit ruang bernapas bagi stabilitas keamanan di Asia Selatan.
Cek Sumber Asli: Al Jazeera
Editor: SnanePapua
