Januari 7, 2026

Persahabatan Sejati! Mengenang Jejak Kedekatan Prabowo Subianto dan Raja Yordania Abdullah II yang Mendunia

SNANEPAPUA.COM – Kunjungan kenegaraan Raja Yordania, Abdullah II, ke Indonesia pada Jumat mendatang bukan sekadar agenda diplomatik biasa bagi kedua negara. Di balik pertemuan formal antarnegara tersebut, tersimpan sejarah panjang persahabatan personal yang sangat mendalam antara sang raja dengan Menteri Pertahanan RI sekaligus Presiden Terpilih, Prabowo Subianto.

Hubungan keduanya telah terjalin selama puluhan tahun, jauh sebelum mereka menduduki jabatan strategis yang mereka pegang saat ini. Kedekatan ini bermula dari latar belakang militer yang serupa, di mana keduanya pernah menempuh pendidikan di lembaga militer bergengsi di luar negeri. Frekuensi interaksi yang intens di masa muda membangun ikatan emosional yang melampaui batas-batas birokrasi negara.

Salah satu momen paling ikonik dalam sejarah hubungan mereka adalah ketika Prabowo Subianto memutuskan untuk menetap di Yordania pada akhir tahun 1990-an. Saat itu, Raja Abdullah II, yang masih berstatus sebagai Pangeran, menyambut Prabowo dengan tangan terbuka layaknya saudara kandung. Dukungan moral dan keamanan yang diberikan oleh keluarga kerajaan Yordania menjadi bukti nyata loyalitas persahabatan mereka di tengah dinamika politik yang sulit.

Kedekatan personal ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan bagi hubungan bilateral Indonesia dan Yordania secara luas. Kerja sama di bidang pertahanan, bantuan kemanusiaan, hingga isu stabilitas kawasan di Timur Tengah sering kali dibahas dengan lebih cair berkat rasa saling percaya yang tinggi di antara kedua tokoh tersebut. Hal ini menjadikan Yordania sebagai salah satu mitra strategis terpenting Indonesia di jazirah Arab.

Dengan rencana kunjungan resmi Raja Abdullah II ke tanah air, publik menantikan momentum penguatan kerja sama baru di berbagai sektor strategis pada era kepemimpinan mendatang. Persahabatan bersejarah antara Prabowo dan Raja Yordania diharapkan tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga motor penggerak bagi kemajuan diplomasi internasional Indonesia di kancah global.

Editor: SnanePapua