SNANEPAPUA.COM – Putra dari seorang politisi Venezuela yang kini mendekam di penjara memberikan peringatan serius kepada Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump. Ia mendesak agar Trump tidak mudah percaya atau merasa “tertipu” oleh janji-janji pembebasan tahanan politik yang dilontarkan oleh pemerintahan Venezuela di bawah kepemimpinan petahana.
Ramón Guanipa, putra dari tokoh oposisi terkemuka, menyampaikan kekhawatirannya di tengah ketegangan politik yang terus meningkat di negara Amerika Selatan tersebut. Ayahnya ditangkap dan dituduh melakukan pengkhianatan terhadap negara (treason) setelah secara vokal menantang hasil pemilihan presiden tahun 2024 yang penuh dengan sengketa dan tuduhan kecurangan.
Krisis politik di Venezuela memang mencapai titik didih pasca pemilu, di mana pihak oposisi mengeklaim memiliki bukti kuat adanya manipulasi suara. Sebagai dampaknya, banyak aktivis dan politisi yang kemudian dijebloskan ke penjara karena menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap proses demokrasi yang dianggap tidak transparan dan tidak adil oleh komunitas internasional.
Dengan kembalinya Donald Trump ke tampuk kekuasaan di Amerika Serikat, banyak pihak berspekulasi mengenai kebijakan luar negeri yang akan diambil terhadap Venezuela. Namun, Ramón Guanipa mengingatkan bahwa tawaran pembebasan tahanan sering kali hanya digunakan sebagai alat tawar-menawar politik oleh rezim untuk melunakkan sanksi ekonomi tanpa benar-benar melakukan reformasi demokrasi yang substantif.
Keluarga para tahanan politik kini menaruh harapan besar pada komunitas internasional agar tetap konsisten memberikan tekanan. Mereka menuntut keadilan yang nyata dan pemulihan hak-hak sipil di Venezuela, serta berharap agar isu kemanusiaan tidak sekadar menjadi komoditas politik dalam negosiasi antarnegara di masa depan.
Editor: SnanePapua
