SNANEPAPUA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp100 miliar untuk menuntaskan masalah tiang-tiang monorel yang terbengkalai. Langkah ini diambil guna membersihkan pemandangan kota serta mengoptimalkan kembali tata ruang di kawasan strategis Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Keberadaan tiang-tiang beton yang sudah berdiri selama bertahun-tahun tersebut selama ini dianggap mengganggu estetika dan kelancaran arus lalu lintas. Dengan anggaran yang telah disiapkan, proses pembongkaran diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh tanpa menyisakan sisa bangunan yang membahayakan pengguna jalan di salah satu jalur tersibuk di ibu kota tersebut.
Proyek monorel yang sempat digadang-gadang menjadi solusi transportasi massal di Jakarta ini memang telah lama mangkrak. Seiring dengan perkembangan infrastruktur baru seperti LRT Jabodebek yang melintasi jalur yang hampir sama, tiang-tiang monorel lama tersebut kini dianggap sebagai hambatan fisik yang tidak lagi memiliki nilai fungsional bagi mobilitas warga.
Pihak Pemprov DKI menegaskan bahwa proses pembongkaran akan dilakukan dengan standar keamanan tinggi mengingat lokasi pengerjaan berada di jantung pusat bisnis. Koordinasi intensif dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan akan dilakukan guna meminimalisir dampak kemacetan yang mungkin timbul selama proses eksekusi fisik bangunan berlangsung di lapangan.
Dengan hilangnya tiang-tiang sisa proyek masa lalu tersebut, diharapkan wajah Jalan HR Rasuna Said akan menjadi lebih rapi, modern, dan memberikan rasa nyaman bagi pejalan kaki maupun pengendara. Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menata kembali aset-aset publik demi kepentingan estetika dan keselamatan masyarakat luas.
Editor: SnanePapua
