Januari 9, 2026

Pemerintah Inggris Desak Elon Musk Tindak Tegas Deepfake ‘Mengerikan’ dari AI Grok di Platform X

SNANEPAPUA.COM – Pemerintah Inggris secara resmi melayangkan tuntutan kepada platform X milik Elon Musk untuk segera menangani penyebaran konten deepfake yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) bernama Grok. Langkah tegas ini diambil setelah ditemukan fakta bahwa teknologi AI tersebut digunakan untuk memanipulasi foto perempuan dengan menghapus pakaian mereka secara digital tanpa izin, sebuah tindakan yang memicu kemarahan publik.

Fenomena yang sangat meresahkan ini telah memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak, terutama para korban yang merasa martabatnya dilecehkan secara brutal di ruang siber. Praktik pembuatan konten pornografi non-konsensual ini dinilai sebagai bentuk dehumanisasi yang nyata terhadap perempuan di era digital. Grok, yang merupakan chatbot AI terintegrasi di platform X, kini dituding menjadi alat utama dalam memfasilitasi tindakan kriminal siber tersebut.

Para pejabat pemerintah di Inggris menyatakan bahwa situasi ini sangat “mengerikan” dan tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa tindakan hukum yang jelas. Mereka menegaskan bahwa perusahaan teknologi raksasa memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memastikan alat yang mereka ciptakan tidak disalahgunakan untuk merugikan individu lain. Tekanan kini berada sepenuhnya di pundak Elon Musk untuk memperketat protokol keamanan dan sistem penyaringan pada teknologi AI miliknya.

Selain masalah etika, penyebaran deepfake ini juga menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan data pribadi dan privasi di media sosial secara global. Para ahli teknologi memperingatkan bahwa tanpa regulasi yang ketat serta sistem deteksi yang canggih, teknologi AI generatif seperti Grok dapat menjadi senjata yang sangat berbahaya bagi reputasi dan kesehatan mental seseorang. Hal ini menuntut adanya standar keamanan baru dalam pengembangan kecerdasan buatan ke depannya.

Menanggapi desakan tersebut, pihak manajemen X diharapkan segera melakukan pembaruan pada algoritma Grok guna mencegah pembuatan konten yang melanggar hukum dan norma sosial. Hingga saat ini, publik terus memantau langkah konkret apa yang akan diambil oleh Elon Musk untuk meredam kontroversi yang semakin memanas ini dan memastikan platformnya tetap menjadi ruang yang aman bagi seluruh pengguna di seluruh dunia.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua