Januari 9, 2026

Panduan Lengkap Sterilisasi Kucing: Langkah Penting Menjaga Kesehatan dan Populasi Anabul

SNANEPAPUA.COM – Sterilisasi kucing merupakan salah satu langkah medis yang krusial bagi para pemilik hewan peliharaan guna mengendalikan populasi sekaligus meningkatkan kualitas hidup anabul kesayangan. Prosedur ini tidak hanya berfungsi untuk meredam perilaku birahi yang sering kali mengganggu, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan jangka panjang, seperti mencegah risiko kanker rahim pada betina dan gangguan prostat pada jantan.

Sebelum membawa kucing ke klinik hewan, persiapan yang matang sangat diperlukan untuk memastikan prosedur berjalan lancar. Pemilik wajib memastikan kucing dalam kondisi sehat, sudah mendapatkan vaksinasi lengkap, dan idealnya telah mencapai usia minimal enam bulan. Selain itu, puasa makan selama 8 hingga 12 jam sebelum operasi sangat disarankan untuk mencegah risiko aspirasi atau muntah saat kucing berada di bawah pengaruh anestesi.

Proses sterilisasi sendiri dilakukan oleh dokter hewan profesional melalui pembedahan kecil untuk mengangkat organ reproduksi. Pada kucing jantan atau kastrasi, prosedur ini relatif lebih singkat dan sederhana dibandingkan pada kucing betina yang memerlukan pengangkatan rahim dan ovarium (ovariohisterektomi). Meskipun termasuk operasi rutin, tingkat sterilitas alat dan keahlian medis tetap menjadi prioritas utama guna menghindari komplikasi pasca-operasi.

Pasca-operasi, masa pemulihan menjadi fase yang paling kritis bagi kucing. Pemilik perlu menyediakan tempat yang tenang, bersih, dan nyaman agar kucing dapat beristirahat tanpa gangguan dari hewan peliharaan lain. Penggunaan e-collar atau kerucut pelindung leher sangat dianjurkan untuk mencegah kucing menjilati atau menggigit jahitan luka yang dapat memicu infeksi bakteri atau bahkan terbukanya kembali luka operasi.

Selain perawatan fisik, pemberian obat-obatan seperti antibiotik dan pereda nyeri sesuai instruksi dokter harus dilakukan secara disiplin oleh pemilik. Pemilik juga harus memantau nafsu makan dan aktivitas kucing selama beberapa hari ke depan untuk memastikan tidak ada gejala penurunan kesehatan yang drastis. Jika ditemukan tanda-tanda abnormal seperti pendarahan, bengkak berlebih, atau kucing tampak sangat lesu, segera konsultasikan kembali ke dokter hewan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua