SNANEPAPUA.COM – Dunia internasional dikejutkan oleh operasi militer besar-besaran yang dilancarkan oleh Amerika Serikat terhadap Venezuela. Operasi rahasia yang telah direncanakan selama berbulan-bulan ini akhirnya memuncak pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dalam sebuah serangan udara yang sangat terorganisir dan melibatkan kekuatan militer yang signifikan.
Perencanaan operasi ini tidak dilakukan dalam semalam. Berdasarkan laporan yang beredar, intelijen dan militer Amerika Serikat telah menyusun strategi matang selama berbulan-bulan untuk memastikan target utama mereka dapat diamankan. Persiapan ini mencakup pemetaan ketat terhadap posisi keamanan kepresidenan di Caracas dan koordinasi lintas pangkalan udara di berbagai wilayah strategis.
Skala serangan ini sangat masif dan menunjukkan keseriusan pihak Pentagon dalam menjalankan misi tersebut. Tercatat sebanyak 150 jet tempur dikerahkan secara serentak dari 20 pangkalan udara yang berbeda untuk melumpuhkan pertahanan udara Venezuela dan mengamankan jalur ekstraksi. Langkah ini dianggap sebagai salah satu operasi udara paling kompleks yang pernah dilakukan di wilayah Amerika Selatan dalam sejarah modern.
Serangan ini menandai eskalasi ketegangan yang paling drastis antara Washington dan Caracas dalam beberapa dekade terakhir. Langkah berani Amerika Serikat ini memicu berbagai reaksi keras dari komunitas global, di mana banyak pengamat politik internasional mulai mempertanyakan aspek legalitas serta konsekuensi jangka panjang dari tindakan penjemputan paksa terhadap kepala negara yang masih berkuasa.
Hingga saat ini, situasi di ibu kota Venezuela dilaporkan masih berada dalam ketidakpastian tinggi sementara dunia internasional menunggu pernyataan resmi mengenai nasib Maduro selanjutnya. Operasi militer ini diprediksi akan mengubah peta geopolitik di kawasan Amerika Latin secara permanen dan memicu perdebatan panjang mengenai kedaulatan sebuah bangsa di mata hukum internasional.
Editor: SnanePapua
