Februari 24, 2026
operasi El Mencho tewas

Operasi Intelijen Romantis: Kisah di Balik Tewasnya El Mencho, Bos Kartel Jalisco

Operasi militer yang mengakhiri nyawa Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, bos kartel narkoba paling dicari di Meksiko, ternyata berawal dari titik lemah manusiawi: percintaan. Menteri Pertahanan Nasional Meksiko, Jenderal Luis Cresencio Sandoval, baru-baru ini mengungkap detail operasi yang mengandalkan intelijen dari pertemuan rahasia antara El Mencho dengan pasangan romantisnya. Pengungkapan ini bukan sekadar laporan operasi militer, melainkan analisis mendalam tentang bagaimana jaringan keamanan negara berhasil menembus benteng pertahanan organisasi kriminal paling kuat di Amerika Latin.

Kartel Jalisco Nueva Generación (CJNG) yang dipimpin El Mencho dikenal dengan kekerasan ekstrem, korupsi sistemik, dan jaringan bisnis narkoba global yang merambah hingga 50 negara. Selama lebih dari satu dekade, El Mencho berhasil menghindari penangkapan dengan sistem keamanan berlapis, termasuk jaringan mata-mata di dalam institusi pemerintah dan militer. Namun, menurut paparan Jenderal Sandoval, celah justru muncul dari kehidupan pribadi sang bos narkoba. Intelijen yang diperoleh dari pemantauan pertemuan rahasia dengan pasangan romantisnya—yang lokasinya dijaga ketat—akhirnya membawa pasukan khusus ke lokasi persembunyian di pegunungan terpencil negara bagian Jalisco.

Operasi ini menandai pergeseran strategis dalam perang melawan narkoba di Meksiko. Alih-alih mengandalkan konfrontasi langsung yang sering memakan korban jiwa dari pihak sipil, militer Meksiko kini fokus pada pengumpulan intelijen manusia (HUMINT) dan sinyal (SIGINT) jangka panjang. Keberhasilan operasi ini juga menunjukkan erosi kekuatan kartel di tingkat internal. Kepercayaan yang menjadi tulang punggung organisasi kriminal mulai retak, dimanfaatkan oleh agen intelijen untuk mendapatkan informasi krusial.

Namun, kematian El Mencho bukanlah akhir dari kekerasan terkait narkoba di Meksiko. Sejarah membuktikan bahwa eliminasi seorang capo justru sering memicu perebutan kekuasaan berdarah di dalam kartel dan meningkatkan kekerasan antar geng. Pertanyaan besar kini adalah apakah CJNG akan mengalami fragmentasi atau justru muncul pemimpin baru yang lebih brutal. Operasi ini juga mengundang kritik dari kelompok HAM mengenai metode pengintaian yang digunakan, menimbulkan debat antara keamanan nasional dan privasi individu.

Kesuksesan operasi yang diungkap Jenderal Sandoval ini memberikan pelajaran berharga bagi penegak hukum global: dalam memerangi kejahatan terorganisir transnasional, memahami dinamika psikologis dan relasi personal para pemimpinnya bisa menjadi senjata yang lebih ampuh daripada sekadar kekuatan senjata. Masa depan perang melawan narkoba di Meksiko kini memasuki babak baru, di mana intelijen presisi dan kesabaran operasional menjadi kunci utama.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua